Distribusi Pangan Lancar, Kereta Petani KAI Angkut 11 Ribu Pelanggan di Lintas Merak

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026, Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 11.428 pelanggan naik dan turun di lintas Commuter Line Merak.
Angka tersebut menunjukkan pemanfaatan layanan yang konsisten selama lebih dari dua bulan operasional.
Pergerakan tertinggi tercatat di Stasiun Cikeusal dengan 3.730 pelanggan naik dan 3.511 pelanggan turun.
Baca Juga: KAI Garap Kereta Heritage Modern, Progres 38 Persen
Data ini memperlihatkan peran Cikeusal sebagai titik distribusi utama komoditas lokal, terutama hasil pertanian, olahan makanan, serta produk kerajinan yang dipasarkan menuju Serang, Cilegon, dan Merak.
Kereta Petani dan Pedagang merupakan hasil modifikasi sarana yang sepenuhnya dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Proses pengerjaan mencakup penataan ulang interior, pengaturan ruang bagasi agar terpisah dan tertib, penguatan aspek keselamatan, hingga penyesuaian akses naik turun di sejumlah stasiun.
Pengerjaan dilakukan oleh tenaga teknis internal dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang membawa barang dagangan dalam volume tertentu.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan bahwa modifikasi yang dilakukan Balai Yasa Surabaya Gubeng menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat.
“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” kata Anne dalam keterangannya dikutip, Kamis (19/2/2026).
Adapun, Secara teknis, kereta ini memiliki 73 tempat duduk dengan area bagasi khusus dan dioperasikan dalam 14 perjalanan setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak yang melayani 11 stasiun.
Baca Juga: Mantap! Selama Ramadan, KAI Perbolehkan Buka Puasa di Kereta
Setiap pelanggan diperkenankan membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm guna menjaga keteraturan selama perjalanan.
Layanan ini merupakan kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO).
Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang bergantung pada transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






