Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi Hulu–Hilir

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan ekosistem industri bambu nasional secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong nilai tambah ekonomi, memperkuat daya saing industri, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan ekonomi hijau dan sirkular.
”Sebagai salah satu negara dengan kekayaan bambu terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 125 jenis bambu yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Potensi tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan sumber bahan baku bambu terbesar secara global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Kemenperin Godok Kawasan Industri Tematik Jadi PSN dan KEK
Namun, kata Aghs, pemanfaatan bambu di dalam negeri masih didominasi metode konvensional sehingga belum dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi.
Untuk itu, Kemenperin mendukung penguatan industri hilir bambu, khususnya sebagai bahan baku konstruksi, furnitur dan produk bernilai tambah yang berpotensi lainnya seperti pangan fungsional.
“Bambu memiliki potensi besar sebagai alternatif bahan baku substitusi kayu karena bersifat mekanis yang kuat, lentur, dan mudah dibentuk. Bahkan, bambu sangat direkomendasikan untuk wilayah rawan gempa karena lebih tahan terhadap guncangan dibanding material konvensional,” ujarnya.
Pengembangan bambu sejatinya telah menjadi program lintas kementerian melalui Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Bambu Terintegrasi Hulu–Hilir sejak 2022.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kemenperin kini tengah menyusun peta jalan Pengembangan Ekosistem Industri Bambu Hulu–Hilir Terintegrasi.
Peta jalan ini mencakup penguatan agroforestry, teknologi pascapanen, pembentukan sentra-sentra bambu, pendirian Akademi Komunitas Bambu, hingga pembangunan pusat logistik bambu guna menjamin pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Penunjang Migas Tekan Produk Impor
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengungkapkan, industri bambu nasional memiliki peluang besar di sektor kerajinan, furnitur, konstruksi, hingga bioindustri. Apalagi, permintaan global terhadap produk bambu bernilai tambah terus meningkat.
“Saat ini, permintaan ekspor lantai kontainer berbahan bambu mencapai 1.500 meter kubik per bulan, sementara kapasitas produksi nasional baru sekitar 30 meter kubik per bulan. Kesenjangan ini menunjukkan peluang ekspansi industri bambu yang sangat besar,” ucap Putu.
Di pasar domestik, permintaan juga meningkat pesat, terutama untuk pembangunan kawasan pariwisata seperti Bali, Mandalika, Lombok, dan Labuan Bajo. Bahkan, bangunan berbasis bambu memiliki nilai ekonomi tinggi, dengan harga mencapai Rp12 juta per meter persegi.
”Menariknya, investasi konstruksi bambu dinilai lebih efisien. Break Even Point (BEP) bangunan bambu hanya sekitar 3 tahun, jauh lebih cepat dibanding konstruksi beton yang membutuhkan 6–7 tahun,” tambahnya.
Untuk menjawab tantangan keterbatasan SDM dan bahan baku berkualitas, Kemenperin menginisiasi Akademi Komunitas Bambu (AKB) sebagai program pelatihan berbasis kompetensi.
Program ini berfokus pada pengolahan bambu pada sisi hulu, pengolahan pascapanen sehingga bambu siap digunakan industri.
Inisiasi AKB telah dilaksanakan pada tahun 2025 di Bali dengan menerapkan komposisi 70% praktik dan 30% teori, serta akan diarahkan menghasilkan SDM bambu bersertifikat kompetensi. Silabus
AKB akan dijadikan dasar penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bambu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









