Bos Pertamina Ungkap Alasan Tak Langsung Klarifikasi Usai Keciduk Kejagung
Camelia Rosa | 12 Maret 2025, 16:38 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengungkapkan alasan pihaknya tidak langsung memberikan klarifikasi usai Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina, Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.
Simon bahkan mengakui dirinya sempat menghilang sejenak meskipun beberapa pejabat perseroan telah ditetaplan sebagai tersangka.
Dijelaskan Simon, keputusan untuk 'menghilang' sejenak menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tidak memperkeruh suasana, serta memberikan waktu untuk Kejagung memperdalam penyidikan kasus tersebut.
Selain itu, dirinya juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejagung.
"Pada awal konferensi pers dari Kejagung, tentunya kami menghormati proses hukum dan fakta hukum yang ditemukan, dan pada kesempatan itu, termasuk saya sendiri, tidak ingin muncul dulu, supaya tidak terlalu memperkeruh suasana," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (11/3/2025).
Simon menilai, apabila dirinya langsung muncul ke publik itu justru akan menciptakan kesan pembelaan Pertamina terhadap apa yang terjadi.
"Jadi kami tentunya memberikan waktu kepada Kejagung, penegak hukum, sambil kami introspeksi diri, evaluasi di internal," kata dia.
Setelah dianggap mulai mereda, barulah Simon melakukan konferensi pers bersama Wakil Direktur Utama Wiko Migantoro dan Pelaksana Tugas Harian (Pth) Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra untuk menanggapi keterlibatan Pertamina dalam kasus korupsi tersebut.
Melalui konferensi pers itu dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang ditimbulkan Pertamina, meskipun pun praktik korupsi ini terjadi sebelum dirinya bergabung dengan Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) tersebut.
Asal tahu saja, Simon bergabung pertama kali dengan Pertamina melalui jabatan Komisaris Utama pada Februari 2024. Kemudian menjadi Direktur Utama pada November 2024.
"Tentunya walaupun kejadian ini terjadi sebelum era saya bergabung, namun sebagai pimpinan yang diberi amanah saat ini, ini adalah tanggung jawab saya juga, dan tentunya saya hadir tampil untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kejadian yang sangat membawa kegaduhan di masyarakat," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, dia juga meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan bagi Pertamina memperbaiki diri dan bekerja keras sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap ketahanan energi nasional.
"Dan berikan kami kesempatan untuk bekerja keras, dan kembali mendapatkan kepercayaan dan kebanggaan dari masyarakat," tukas Simon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









