Akurat Logo

Investasi Hotel Masih Lesu di Tengah Geliat Aktivitas Wisatawan

Demi Ermansyah | 13 Mei 2024, 17:21 WIB
Investasi Hotel Masih Lesu di Tengah Geliat Aktivitas Wisatawan

AKURAT.CO Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia, salah satu perusahaan konsultan properti Indonesia mencatat adanya sekitar 58.210 kamar hotel di Jakarta, dengan perkiraan penambahan sebanyak 1.353 kamar hotel pada akhir tahun yang sama. 

Menurut Senior Vice President Investment Sales Asia JLL Hotels & Hospitality Group, Julien Naouri, peningkatan kunjungan wisatawan internasional ke Jakarta sebanyak hampir 320 ribu pada dua bulan pertama tahun 2024, naik 31,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 
 
"Jumlah ini naik 31,7 persen dari periode yang sama dari tahun sebelumnya. Juga naik sekitar 86 persen dari prapandemi Covid-19," ungkap Julien pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (13/5/2024). 
 
 
Sedangkan untuk tarif harian rata-rata hotel mewah pada bulan Maret 2024 menunjukkan penurunan year-on-year (YoY) tetapi masih di atas tingkat sebelum pandemi Covid-19.  Sehingga mengakibatkan peningkatan tingkat hunian hingga hampir 60 persen, melebihi tingkat pada kuartal I-2019.
 
"Pengunjung domestik terus mendorong permintaan hotel di Jakarta, menyumbang lebih dari 90 persen tamu hotel berbintang pada Februari 2024," tambahnya. 
 
Sedangkan, lanjut Julien, aktivitas investasi hotel di Indonesia pada kuartal pertama 2024 tercatat masih sepi. Dengan satu-satunya pembangunan hotel yang dicatat di Jakarta adalah Ibis Jakarta Raden Saleh. 
 
"Meskipun begitu, minat investor dalam dan luar negeri terhadap Indonesia tetap tinggi, didukung oleh kuatnya pariwisata nusantara, terutama dalam segmen high end hingga mewah," paparnya
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.