Demi Bisnis Berkelanjutan, Daikin Investasi Rp6 T Bangun 2 Pabrik AC Ramah Lingkungan

AKURAT.CO - PT Daikin Airconditioning Indonesia lewat Daikin Environmental Vision 2050 turut mendukung target NZE pemerintah tahun 2060. Perusahaan akan menginvestasikan Rp6 triliun untuk pembangunan 2 pabrik AC ramah lingkungan.
Salah satu komitmen Daikin di Indonesia ditunjukkan dalam beberapa investasi strategis, mulai dari pembuatan produk dengan teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan, pembangunan pabrik, dan area kantor pusat berkonsep green and energy efficient.
Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Shinji Miyata menyatakan sejak tahun 1980 Daikin sudah berinovasi menyediakan produk AC ramah lingkungan dengan teknologi inverter.
Baca Juga: Makin Luaskan Pasar, Daikin Jepang Caplok AHT Cooling Austria
“Daikin merupakan pelopor pengguna freon R32 yang teruji ramah lingkungan. Hingga saat ini, produk inverter kami jadi produk yang paling dicari, bahkan mencapai penjualan satu juta unit di tahun 2022,” papar Shinji dikutip Rabu (6/9/2023).
Shinji merinci, investasi strategis Daikin untuk pengembangan produk AC setidaknya dilakukan pada tiga aspek. Pertama, AC dengan teknologi inverter dan refrigeran/freon R32 memungkinkan efisiensi daya listrik dan potensi pemanasan global (global warming potential-GWP) lebih rendah.
Kedua, adanya teknologi Global Platform (GPF) yang jika terkoneksi ke unit AC DAIKIN, terdapat kecerdasan buatan (AI) yang bisa mempelajari kebiasaan penggunaan AC di sebuah gedung/lokasi dan mengolah datanya untuk mengurangi biaya listrik secara otomatis. Ketiga, Daikin akan membuat aplikasi yang bisa memantau pergerakan dan penggunaan tabung freon miliknya untuk mengurangi jejak karbonnya secara global.
Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia & PT Daikin Industries Indonesia, Budi Mulia menambahkan selain fokus pada pengembangan produk, Daikin juga terus mempromosikan semangat mencapai netral karbon pada pembangunan pabriknya di Cikarang. Pabrik di atas lahan seluas 20 hektar ini akan mengadopsi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
“Hal ini tentu bermanfaat bagi pengayaan SDM kita tentang know-how manufaktur yang fully digital nantinya. Pabrik ini nantinya hanya akan memproduksi AC inverter yang hemat listrik dengan refrigeran R32 yang lebih ramah lingkungan,” imbuh Budi Mulia.
Daikin juga akan menggelontorkan investasi secara bertahap. Fase pertama untuk Factory 1 senilai Rp3,3 triliun yang mulai beroperasi di akhir tahun 2024. Kemudian untuk Factory 2 estimasi nilai investasi sebesar Rp2,7 triliun akan beroperasi di tahun 2028. Adapun untuk kapasitas produksi maksimum Factory 1 adalah 1.500.000 set AC rumah tangga per tahun, dan Factory 2 maksimum 500.000 set AC rumah tangga dan 200.000 set AC komersial.
“Gedung kantor kami telah bersertifikat Green Mark Platinum yang berarti telah menghemat sampai dengan 30% energi dan memiliki ventilasi alami yang baik. Khusus di area kantor, kami juga tambahkan live showroom, control room, dan instalasi tata udara modern khas kami yang dapat didemonstrasikan langsung kepada klien-klien kami,” terang Budi Mulia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





