Lewat Liability Management, PGN Saka Tekan Utang Obligasi Hingga 75 Persen

AKURAT.CO PT Saka Energi Indonesia atau PGN Saka, afiliasi PGN Subholding Gas Pertamina berhasil menekan utang obligasi menjadi sekitar USD156 juta dari nilai penerbitan semula sebesar USD625 juta.
Direktur Utama PGN Saka, Avep Disasmita mengatakan susutnya utang obligasi perseroan seiring keberhasilan program liability management setiap tahunnya. Aksi liability management tersebut dilakukan melalui mekanisme tender offer obligasi dan open market repurchases
Menurut Avep, keberhasilan lability management memberikan dampak positif bagi Perusahaan seiring meningkatnya kepercayaan investor dan menurunnya beban pembiayaan pada 2023 dan 2024. sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Diketahui, usai aksi ini, Debt-to-equity ratio (DER) perusahaan naik dari 1,21x di 2021 menjadi 0,63x pada 2022. Untuk tahun 2023, program liability management akan dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2023.
“Kami berhasil mengatur dengan baik liabilitasnya yang seimbang dengan aggresivity to growth dengan hasil kinerja positif pada tahun 2021 dan 2022,” ujar Avep dikutip Kamis (17/8/2023).
Ditambahkan, peningkatan kinerja PGN Saka pada tahun 2022 memperkuat sinyal positif dalam kegiatan operasi PGN Saka di tahun-tahun mendatang. Untuk itu pihaknya terus mengkaji skema terbaik sebagai strategi liability management atas obligasi global seraya terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama dengan Subholding Gas demi mencapai target keuangan yang optimal.
Sinergi kolaborasi yang dilakukan PGN Saka di antaranya melalui konsorsium kontrak rig dengan Pertamina untuk mendapatkan harga yang kompetitif dan mengamankan ketersediaan rig hingga tiga tahun ke depan. "Hal ini seiring dengan upaya-upaya kami dalam memperluas eksplorasi, sehingga dapat memberi andil terhadap tambahan energi di dalam negeri," sambungnya.
Tambahan informasi, Pada 2022, PGN Saka berhasil mempercantik kinerja bottom line atau laba bersih dari US$6,6 juta menjadi USD86,17 juta. Sejalan, pendapatan juga naik 169% dari USD361,84 menjadi USD611,48 juta. Padahal di tahun 2021 PGN Saka masih minus atau merugi USD180 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




