Tampil Di New York Fashion Week, Kemendag Harap Tujuh Merek Modest Fashion Indonesia Mendunia

AKURAT.CO Upaya memperkuat promosi produk ekspor terus dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Produk modest fashion menjadi salah satu yang diharapkan sebagai sumber pertumbuhan ekspor baru.
Untuk itu, dari jantung Kota New York, Kemendag bersama tujuh merek modest fashion Indonesia sukses menggelar peragaan busana (fashion show) Indonesia Now-New York Fashion Week (NYFW) di New York, Amerika Serikat, Senin (13/2/2023).
Ketujuh jenama tersebut, yaitu Buttonscarves, KAMI., Am by Anggiasari, Ayu Dyah Andari X BT Batik Trusmi, Zeta Prive, Lenny Hartono, dan Nada Puspita. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ajang Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) tahun 2022 yang digagas Kementerian Perdagangan.
"Hari ini kita telah menyaksikan tujuh merek modest fashion Indonesia hadir di ajang NYFW. Melalui kegiatan ini, modest fashion Indonesia diharapkan lebih dikenal lagi di kancah internasional," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, dikutip Kamis (16/2/2023).
Didi menjelaskan, Amerika Serikat merupakan pasar yang penting bagi produk fesyen Indonesia karena jumlah penduduknya yang mencapai 331 juta jiwa dan merupakan importir pakaian terbesar di dunia.
“Kehadiran tujuh jenama modest fashion Indonesia pada peragaan busana di NYFW diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan fesyen Indonesia ke masyarakat penggiat fesyen di Amerika Serikat,” ujarnya.
Peragaan busana Indonesia Now disaksikan langsung lebih dari 500 undangan yang terdiri atas pimpinan kementerian/lembaga, Duta Besar RI untuk USA, dan Konjen RI di New York, penulis blog (blogger), pemengaruh (influencer), key opinion leader (KOL), buyer, dan media internasional.
“Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, Konsulat Jenderal RI di New York, dan Perwakilan Perdagangan RI di Amerika Serikat, mendukung penuh misi memperkenalkan produk modest fashion Indonesia ke Amerika Serikat,” tambah Didi.
Saat ini, lanjut Didi, industri modest fashion Indonesia berkembang sangat pesat. Pertumbuhan yang pesat ini tidak terlepas karena supply chain ecosystem yang semakin baik, desain yang unik dan berkualitas baik, pasar domestik yang besar, serta niaga elektronik (e-commerce) yang semakin berkembang.
"Pemerintah percaya diri akan produk fesyen domestik. Produk fesyen Indonesia memiliki kualitas dan desain yang baik, harga bersaing, serta komitmen dan nilai (attitude) bisnis dari merk Indonesia. Untuk itu, kami mengajak buyer atau pelaku usaha di USA untuk bekerja sama dengan merk Indonesia," ujar Didi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto menyampaikan dukungannya terhadap pagelaran busana tujuh jenama modest fashion Indonesia di NYFW.
“Kami berharap, tampilnya desainer Indonesia di NYFW dapat menjadikan jenama Indonesia mendunia dan tidak kalah dengan jenama terkenal lainnya. Pemerintah tentunya terus mendukung agar produk Indonesia dapat mendunia,” imbuh Suhanto.
Dalam peragaan busana di NYFW ini, tujuh jenama modest fashion Indonesia menampilkan koleksi terbaiknya. Buttonscarves memamerkan busana ready-to-wear bertema ‘The Dream Capsules’ yang terinspirasi dari gaya modern masa kini yang dibalut dengan gaya modest yang dinamis dan modern.
Sementara itu KAMI, menampilkan koleksi bernama Charaka yang terinspirasi dari kekayaan lokal yakni Kain Tapis Lampung. Zeta Privé mengusung tema modest yang elegan, modern, dan siap pakai dipadukan dengan American style dengan sentuhan palet warna lembut.
Selanjutnya, AM by Anggiasari mengusung konsep mode fesyen berkelanjutan atau ramah lingkungan (sustainable fashion) dengan memakai kain denim sisa dari garmen lokal Indonesia dan dikombinasikan dengan bahan yang ramah lingkungan dan nyaman di kulit penggunanya.
Lenny Hartono menampilkan koleksi yang mengangkat kain songket dari Sidemen, Bali, dengan motif bunga Patra Sari yang biasa digunakan untuk menghiasi bangunan khas Bali.
Nada Puspita mengusung tema modest fashion dengan sentuhan desain feminin dan klasik yang membuat koleksi ini terlihat semakin elegan dan anggun. Ayu Dyah Andari berkolaborasi dengan BT Batik Trusmi mengusung koleksi dengan motif bunga dipadukan dengan batik Mega Mendung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah




