Alvin Lie: Maskapai Penerbangan Sudah Rugi 2 Tahun Pandemi, Ditambah Rugi Kenaikan Avtur!

AKURAT.CO, Industri penerbangan nasional kembali diguncang dengan kenaikan harga avtur atau bahan bakar penerbangan. Hal ini juga disampaikan langsung oleh Pengamat Penerbangan Alvin Lie yang mengatakan bahwa maskapai penerbangan sedang mengalami 2 tahun Covid-19 kembali diberi guncangan atas kenaikan tersebut.
“Jadi ketika harga avtur ini mengalami lonjakan tidak bisa dihindari maskapai-maskapai penerbangan mendapat beban tambahan biaya operasi yang signifikan juga, karena porsinya cukup besar ditambah lagi nilai tukar US Dollar ini juga sudah naik 5 persen lebih sejak awal tahun,” ucap Pengamat Penerbangan Alvin Lie, dalam sebuah seminar "Harga Avtur Terus Meroket, Bagaimana Nasib Transportasi Udara Indonesia? Minggu (17/7/2022).
Alvin Lie menjelaskan bahwa sebenarnya avtur sudah diproduksi dalam negeri akan tetapi bahan bakunya masih impor. Oleh karena itu, menurutnya ia selaku asosiasi mengajak pihak-pihak yang berkepentingan untuk bersama mencermati fenomena yang ada untuk bisa mengatasi kemahalan harga tersebut.
“Dengan kemahalan avtur ini bisa berdampak kepada harga tiket dan juga harga avtur ini bisa terus naik,” jelasnya.
Mengutip data dari Pertamina, harga rata-rata avtur di Bandar Udara Soekarno-Hatta sudah naik 55,38 persen selama Januari-Juni 2022.
Pada Januari 2022 harga rata-rata avtur tercatat sebesar Rp10.654 per liter. Kemudian di bulan berikutnya harga terus naik hingga mencapai Rp16.555,88 per liter pada Juni 2022.
Dirinya pun menyampaikan bahwa semua maskapai belum semuanya pulih dari pandemi Covid-19 sudah mengalami kerugian di 2 tahun sebelumnya ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga avtur yang tinggi.
“Penerbangan ini belum sepenuhnya pulih dari badai Covid-19 selama 2 tahun maskapai kita ini rugi bukan sekedar rugi. Sekarang baru mulai tanda-tanda bangkit tapi diajak lagi dengan harga avur yang sedemikan tinggi,” tegasnya.
Sekadar informasi, sebelumnya harga tiket masih mahal Direktur Jenderal International Air Transport Association (IATA) Willie Walsh menjelaskan bahwa harga bahan bakar pesawat atau avtur masih tinggi.
Harga bahan bakar minyak memang berada pada rekor tertinggi. Sementara bahan bakar atau avtur adalah elemen penting dalam biaya dasar pesawat.
"Terbang akan lebih mahal bagi konsumen, tanpa diragukan lagi. Harga minyak yang tinggi akan tercermin pada harga tiket yang lebih tinggi," tutur Willie Walsh dalam program BBC Sunday Morning, dikutip Akurat.co pada Rabu (13/7/2022).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan



