Akurat Logo

Menlu Bangladesh Rayu Mendag Zulhas Tawarkan Kerjasama Farmasi dan Teknologi Informasi

Deddy Siregar | 19 Juli 2022, 10:15 WIB
Menlu Bangladesh Rayu Mendag Zulhas Tawarkan Kerjasama Farmasi dan Teknologi  Informasi

AKURAT.CO, Bangladesh juga menawarkan kerja sama perdagangan di bidang farmasi dan teknologi informasi. Peningkatan signifikan perdagangan bilateral sebesar 72,1 persen pada 2021 baik dari segi ekspor maupun impor.

“Ekspor utama Indonesia ke Bangladesh di antaranya minyak kelapa sawit, batu bara, semen, bubur kayu kimia, serta benang kapas. Sedangkan impor Indonesia dari Bangladesh di antaranya benang dari serat jute, kaus singlet, setelan untuk wanita dan anak perempuan, setelan untuk wanita dan anak laki-laki, serta kantong dan karung,” tutur Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Kalam Abdul Momen di Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Senin, (18/7/2022).

Adapun dalam pertemuan dengan Menlu Bangladesh, Mendag menegaskan komitmennya dalam penyelesaian perundingan persetujuan dagang preferensial Indonesia Bangladesh (Indonesia-Bangladesh preferential trade agreement/IB-PTA).

“ Saya memastikan komitmen Indonesia untuk menyelesaikan perundingan IB-PTA yang telah diamanatkan oleh pemimpin kedua negara. Harus dipastikan agar IB-PTA berimbang dan menguntungkan kedua pihak. Saya berharap kedua pihak dapat melanjutkan kembali proses perundingan sehingga pemangku kepentingan dapat segera menerima manfaat IB-PTA," ucap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam keterangan yang diterima, Selasa (18/7/2022).

Zulhas pun menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima undangan untuk melakukan kunjungan ke Bangladesh. Kunjungan tersebut untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

"Indonesia dan Bangladesh merupakan mitra strategis dalam berbagai forum kerja sama ekonomi dan perdagangan. Diharapkan kunjungan dimaksud dapat meningkatkan hubungan yang selama ini telah terjalin erat dan meningkatkan hubungan dagang kedua negara," jelasnya.

Sekadar informasi, pada 2021 Bangladesh merupakan negara tujuan ekspor ke-15 bagi Indonesia. Sementara Indonesia menempati urutan ke-62 bagi Bangladesh sebagai negara asal impor.

Pada 2021, total perdagangan kedua negara mencapai USD3 miliar dengan nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD2,9 miliar sementara impor Indonesia dari Bangladesh tercatat sebesar USD0,1 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD2,8 miliar terhadap Bangladesh.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.