Dahlan Iskan Akui Pernah Dipalak THR Hingga Jutaan Dolar Oleh Anggota DPR

AKURAT.CO, Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan mengaku pernah "dipalak" tunjangan hari raya hingga miliaran rupiah oleh seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ketika dirinya menjabat sebagai direktur utama BUMN Kelistrikan tersebut.
"Mungkin sudah saatnya menceritakan, belum pernah saya ceritakan. Jadi, ketika mau lebaran, salah satu direktur saya di PLN tergopoh-gopoh menemui saya, dia bilang pak tadi saya dipanggil oleh anggota DPR," ujarnya ketika menjadi bintang tamu di kanal Youtube politisi Akbar Faizal, Kamis (6/1/2022) lalu.
Dahlan menuturkan bahwa anggota DPR itu memang tidak secara gamblang meminta uang, tapi menanyakan THR. Katanya, apabila diingat-ingat, wakil rakyat itu meminta THR ke PLN dengan hitungan US dolar.
"Kemudian, tidak minta sih, tapi menanyakan soal THR untuk anggota DPR. Kalau dirupiahkan miliaran, sudah agak lupa saya. (sekitar) juta dolar lah," sambungnya.
Karena saat diminta itu dirinya masih awal menjadi direktur utama PLN maka Dahlan mengaku bingung dan tidak tahu harus menjawab apa. Setelah itu, ia mengumpulkan seluruh direksi untuk membicarakan hal tersebut. Dahlan bertanya kepada seluruh direksi apakah pihaknya akan memenuhi permintaan tersebut atau tidak.
Dalam rapat tersebut, dia pun menanyakan kepada para direksi terkait sikap atas permintaan anggota DPR tersebut, tapi para direksi hanya diam. Akhirnya, Dahlan memetakan apa yang terjadi jika permintaan ditolak.
"Diam semua, setelah itu, saya berdiri di depan papan tulis, seandainya kita tolak, apa saja konsekuensi yang akan kita hadapi?" tutur pria yang juga pernah menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
Ia pun menuturkan, setidaknya ada sembilan konsekuensi yang bakal diterima. Mulai dari akan sering diminta rapat DPR, anggaran subsidi PLN dipersulit, hingga dipecat.
Sembilan kemungkinan tersebut dievaluasi. Untuk yang pertama, para direksi siap jika harus rapat terus meski nanti jadi sulit bekerja.
Untuk masalah kedua pun tidak masalah karena rakyat yang bakal menolak, sedangkan jika harus dipecat, para direksi mengaku tidak keberatan.
Lalu, direktur yang ditemui anggota DPR mendapat tugas untuk memberikan jawaban. Dahlah pun sempat meminta maaf karena sudah memberikan beban kepadanya.
Akan tetapi direktur tersebut tidak keberatan karena menurutnya ini mudah, yang sulit adalah saat PLN setuju memberikan jatah kepada anggota legislatif tersebut.
“Kebetulan orangnya itu sudah meninggal dunia anggota DPR itu, sehingga sekarang dia tidak bisa gugat saya. Tapi ini kejadian. Seluruh direksi (PLN era Dahlan) bisa ditanya soal ini," pungkas Dahlan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi
- 10Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas


