Akurat Logo

Kementerian ESDM Pastikan PLTB Jeneponto Rampung Tengah Tahun

Khaerul S | 15 Mei 2018, 11:30 WIB
Kementerian ESDM Pastikan PLTB Jeneponto Rampung Tengah Tahun

AKURAT.CO, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto Tolo-1, Sulawesi Selatan akan selesai pada periode tengah tahun 2018.

"Progres terus berjalan, targetnya pada pertengahan tahun ini pekerjaan fisik PLTB Jeneponto akan selesai, sekitar Juli atau Agustus nanti. Sementara COD (commercial operation date) akan dilakukan setelah selesainya persiapan dalam mengintegrasikan listrik yang dihasilkan PLTB ke jaringan PLN," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Senin (15/4).

Dalam informasi yang dihimpun dari Kementerian ESDM oleh Antara di Jakarta, pondasi dan sebagian tiang (tower) telah didirikan, tinggal menunggu bilah turbin yang diangkut dari Makassar untuk dipasang semuanya.

Sementara itu, General Manager Business Development Vena Energy (sebelumnya Equis Energy), Harry Miarsono saat ditemui di lokasi proyek. "Juli nanti ditargetkan pekerjaan fisik pembangkit akan selesai dan akan kita lakukan uji coba, sementara untuk COD akan menunggu sistem integrasi siap," ujar Harry.

Agung menambahkan, nantinya saat selesai, PLTB Tolo-1 berkapasitas 72 MW ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin/bayu dengan kapasitas terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Sidrap (75 MW).

Walaupun secara kapasitas sedikit dibawah PLTB Sidrap, namun infrastruktur per tower pada PLTB Tolo-1 adalah yang terbesar, dengan 20 turbin angin masing-masing kapasitas 3,6 Megawatt (MW).

Ketinggian menara PLTB Jeneponto mencapai 138 meter dengan panjang bilah mencapai 64 meter. Sementara PLTB Sidrap memiliki ketinggian tower 80 meter dengan 3 bilah turbin masing-masing sepanjang 56 meter. Sebanyak 30 turbin angin terpasang di Sidrap dengan kapasitas tiap turbin 2,5 MW.

Energi listrik PLTB Tolo-1 ini dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6-8 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. Nantinya, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 KV. Sebanyak 4 dari 10 tower transmisi 150 KV telah selesai dibangun, yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto.

Penandatangan jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) diteken oleh PLN bersama PT. Energi Bayu Jeneponto pada 14 November 2016 dengan harga jual listrik 10,89 cent dolar/kWh.

Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan COD pada 14 November 2019. Hadirnya PLTB Tolo-1 Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan, yang rasio elektrifikasinya telah mencapai 99,12 persen. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A