AKURAT.CO, Dewan Energi Nasional (DEN) mengakui bahwa produksi Bahan Bakar Nabati masih terlalu mahal. Sebab selain bahan baku yang sangat minim. Produksi bahan bakar Nabati tersebut harus menggunakan teknologi yang canggih.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Saleh Abddurahman menjelaskan bahwa produksi BBN masih sulit direalisasikan. Pasalnya dibanding harga bahan bakar fuel BBN seperti Biotanol belum bisa bersaing.
"Situasi sekarang ini, karena harga minyak drop. Ini jadi bagian yang bikin susah. Karena pembiayaan pengunaan teknologi yang lebih mahal. Kita tak ingin cost lebih tinggi dari revenue," ujar Saleh Abddurahman saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/10).
Untuk mendorong produksi Bahan Bakar Nabati tersebut, DEN mendorong pemerintah agar khususnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan menjadi leading sektor dalam mengembangkan dalam sekala industri.
Selain itu, pemerintah harus merangkul pihak swasta artinya pemerintah harus melibatkan semua pihak terkait mulai dari konsumen, produsen, hingga industri. Pemerintah juga harus memberikan insentif-insentif menarik sebagai kompensasi.
"Kita belum tau bisa bea masuk insentif kita belum tau tapi yang pasti gimana supaya biaya etanol ini harus kompetitif dari sisi produsen tumbuh tanaman tumbuh industri akhir juga tumbuh jadi cost ketika kita berikan insentif kompensasi dengan nilai tambah nya," ujar Sekretaris Jenderal DEN saat ditemui di tempat yang sama.
Di sisi lain, Kementerian LHK juga diperlukan untuk memberikan perhatian terkait dengan lahan. Sebab dengan membantu menyediakan lahan untuk tumbuhan yang menjadi bahan baku industri bahan bakar nabati tersebut.
"Dari Kementerian LHK juga mempunyai perhatian terutama lahan untuk bio energi terkait dgn pelepasan dan pinjam pakai hutan diberikan kesempatan dengan mempertimbangkan izin-izin yang lain," tandasnya.
Ia berharap ke depan industri BBN bisa dikembangkan Menganti kan bahan bakar fosil yang akan segara habis.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik





