AKURAT.CO, Puluhan petani dan pengusaha jaring terapung di Waduk Jangari, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat mengalami kerugian ratusan juta karena ratusan ton ikan mati dalam sepekan.
"Matinya ikan di Jangari selama sepekan terakhir akibat perubahan musim dari kemarau ke hujan. Ini menyebabkan pakan dan limbah domestik yang terpendam di dasar waduk terangkat ke atas," kata Denden Supriadi (46) pada wartawan, Selasa (15/8).
Akibatnya ungkap dia, ikan di dalam jaring terapung mabuk hingga mati, kolam yang terkena dampak yang terletak di pinggiran waduk dan muara karena racun selain berasal dari dasar waduk juga dibawa arus sungai.
"Kalau di tengah hanya oksigen yang kurang, tapi yang mati tidak banyak. Paling parah itu yang di pinggiran. Kebersihan kawasan Jangari juga sangat berpengaruh, salah satunya dari eceng gondok yang juga berdampak pada ketersediaan oksigen," katanya.
Dia menjelaskan, selama sepekan terakhir ikan di kolam miliknya yang mati mencapai 20 ton. "Kalau dihitung dengan nilai sekarang, ratusan juta kerugian yang dialami petani, secara keseluruhan angkanya tentu sangat besar," katanya.
Sementara Kepala Seksi Perikanan Budidaya Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Cianjur, Erna Nurdiana, mengatakan, kematian ikan di Jangari memang terjadi setiap tahun akibat penyakit dan upwelling.
"Informasi sudah masuk ada peristiwa kematian ikan, tapi laporan penyebab pastinya belum ada. Setiap tahun penyebabnya upwelling yang berdampak besar pada jaring apung karena sisa pakan yang terbawa arus," katanya.
Dia menilai produksi ikan di Cirata atau Jangari mencapai 100 sampai 150 ton per hari, dengan akumulasi keuntungan mencapai Rp 5 miliar per hari. Meskipun kontribusi langsung tidak diterima pemkab, namun roda perekonomian meningkat.
"Ini sudah setiap tahun terjadi, beberapa petani sudah bisa mengantisipasi, mungkin ke depan sosialisasi akan diintensifkan agar upweling tidak menjadi kerugian bagi petani dan pengusaha," katanya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri





