Kemenhub Pastikan Bandara Juanda Aman Usai Angin Puting Beliung

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, tetap beroperasi dengan aman dan terkendali pasca kejadian cuaca buruk berupa angin puting beliung yang terjadi pada hari lalu, Kamis (8/1/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.
“Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama,” kata Lukman dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Kemenhub: Angkutan Nataru 2025/2026 Naik 12,48 Persen
Lukman menjelaskan, penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, antara lain penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air.
Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda. Tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.
Di sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh. Seluruh kejadian tersebut telah ditangani dan dipastikan tidak berdampak pada pesawat.
Hasil pemeriksaan juga memastikan landasan pacu (runway) dan apron bersih dari foreign object debris (FOD). Selain itu, fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan beroperasi normal dan perimeter bandara tetap terjaga.
Di area Terminal 1, terdapat pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk sisi utara sehingga arus kendaraan sempat dialihkan dan kini telah kembali normal. Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, namun kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif.
"Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD, dan unsur internal pengelola bandara. Sementara itu, Terminal 2 tidak mengalami dampak signifikan. Operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar, serta kondisi di dalam gedung tetap aman dan terkendali," ujar Lukman.
Baca Juga: Kemenhub Bekukan Izin PO Cahaya Trans 12 Bulan Usai Kecelakaan Semarang
Terkait pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk, di antaranya penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines.
Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai ketentuan melalui pembaruan informasi jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.
"Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” tutur Lukman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








