Mentan Gerak Cepat Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh
Dedi Hidayat | 30 November 2025, 14:46 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam.
Dirinya menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah bergerak cepat memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis untuk mempercepat pemulihan daerah.
Sebagai bagian dari langkah cepat itu, Kementan bersama lembaga terkait memastikan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Total bantuan yang disalurkan ialah 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng untuk Sumatera Utara, serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Sumatera Barat.
Sebagai bagian dari langkah cepat itu, Kementan bersama lembaga terkait memastikan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Total bantuan yang disalurkan ialah 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng untuk Sumatera Utara, serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Sumatera Barat.
Baca Juga: Kementrian PU Gandeng ADHI Gerak Cepat Salurkan Alat Berat dan Logistik Tangani Bencana Sumatera
Amran menyampaikan bahwa khusus untuk Sumatera Barat, Kementan telah menyiapkan 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras, serta dukungan benih padi dan jagung untuk kebutuhan 10.000 hektare lahan tanam.
“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan," kata Amran dalam keterangannya dikutip, Minggu (30/11/2025).
Sebelumnya, Amran juga menegaskan bahwa cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman sehingga pemerintah dapat segera mengeluarkan stok bantuan setelah bencana terjadi.
“Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,” tegasnya.
Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu dengan dukungan Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Mentan Amran juga memastikan dirinya akan turun langsung mengecek kondisi di lapangan.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan jaringan alumni perguruan tinggi, Amran meyakini bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat serta ketahanan pangan masyarakat dapat tetap terjaga.
Amran menyampaikan bahwa khusus untuk Sumatera Barat, Kementan telah menyiapkan 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras, serta dukungan benih padi dan jagung untuk kebutuhan 10.000 hektare lahan tanam.
“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan," kata Amran dalam keterangannya dikutip, Minggu (30/11/2025).
Sebelumnya, Amran juga menegaskan bahwa cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman sehingga pemerintah dapat segera mengeluarkan stok bantuan setelah bencana terjadi.
“Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,” tegasnya.
Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu dengan dukungan Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Mentan Amran juga memastikan dirinya akan turun langsung mengecek kondisi di lapangan.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan jaringan alumni perguruan tinggi, Amran meyakini bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat serta ketahanan pangan masyarakat dapat tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









