Amman Amankan Izin Ekspor, Ekonomi NTB Diproyeksikan Pulih

AKURAT.CO PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memperoleh rekomendasi ekspor konsentrat tembaga sebesar 480.000 metrik ton kering (”dmt”), yang berlaku enam bulan mulai 31 Oktober 2025, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dengan terbitnya rekomendasi tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki landasan untuk menerbitkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat tembaga bagi AMNT.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik keputusan pemerintah pusat yang memberikan rekomendasi ekspor bagi AMNT.
Iqbal pun menegaskan peran aktif Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung langkah tersebut. Sejak awal pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan berbagai kementerian dan lembaga agar izin ini dapat segera terbit.
Baca Juga: Amman Kantongi Izin Ekspor 480.000 Ton Konsentrat Tembaga hingga April 2026
“Izin ini bukan hanya penting untuk operasi AMMAN tapi juga penting untuk menggerakkan ekonomi lokal serta untuk menjaga stabilitas fiskal daerah,” kata Iqbal dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
Iqbal mengatakan sejak terhentinya smelter, pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan mengalami kontraksi hingga minus 30%.
Akibatnya pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan menurun ke angka -1,47%, meskipun sebenarnya pertumbuhan sektor lain di periode itu sangat tinggi, seperti sektor pertanian yang mencapai 10,28% dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 14 tahun terakhir.
“Itu sebabnya kami mengingatkan AMMAN agar memastikan smelter segera beroperasi normal kembali,” imbuh Iqbal.
Sementara itu, Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makassau, menyatakan izin ekspor konsentrat tembaga akan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan operasional perusahaan.
“Dengan demikian, kontribusi fiskal AMMAN bagi perekonomian nasional dan daerah juga kembali pulih, serta mendukung pemulihan ekonomi NTB,” ujar Rachmat
Sebelumnya, operasi fasilitas smelter AMMAN harus berhenti beroperasi sementara pada bulan Juli dan Agustus 2025 karena perbaikan di unit Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant.
Penghentian sementara ini terpaksa dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih parah dan risiko bagi keselamatan kerja. Perbaikan terhadap komponen utama smelter ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan harus dilakukan secara menyeluruh.
“Mengingat skala dan kerumitan pekerjaan tersebut, proses perbaikan diperkirakan akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2026. Selama periode perbaikan berlangsung, kami tetap melakukan operasi secara parsial dengan peningkatan produksi yang dilakukan secara hati-hati tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” tutur Rachmat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







