Ketidakpastian Global, Pemeirntah Utamakan Kebijakan Pro Ekspor UMKM
Hefriday | 16 Oktober 2025, 17:47 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti menegaskan bahwa kebijakan perdagangan yang komprehensif dan adaptif dari pemerintah berhasil menjaga ketahanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Roro, pemerintah terus memperkuat arah kebijakan perdagangan agar UMKM mampu mempertahankan kegiatan ekspor sekaligus memanfaatkan peluang di pasar internasional.
“Tingkat ketidakpastian global masih relatif tinggi. Karena itu, kebijakan perdagangan Indonesia terus berkembang untuk mendukung eksportir, khususnya pelaku UMKM, dalam menghadapi risiko global sekaligus meraih peluang baru,” ujar Wamendag Roro di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (16/10/2025).
Lebih lanjut, Roro menjelaskan bahwa pemerintah telah melaksanakan berbagai program dan deregulasi impor untuk memperkuat kinerja ekspor nasional, termasuk bagi pelaku UMKM.
Deregulasi tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 hingga 24 Tahun 2025, yang mencabut dan menggantikan ketentuan lama dalam Permendag No. 36/2023 jo. No. 8/2024.
“Secara umum pemerintah sedang menjalankan program deregulasi yang komprehensif. Termasuk peningkatan investasi, perbaikan sistem perizinan, serta digitalisasi perdagangan dan layanan,” ujarnya.
Roro menjelaskan, kebijakan deregulasi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni kebijakan impor dan kemudahan berusaha. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat investasi, memperbaiki iklim usaha, serta meningkatkan daya saing industri nasional.
Pemerintah, lanjutnya, juga berupaya memastikan bahwa proses perizinan, distribusi, serta sistem logistik dapat berjalan lebih efisien melalui transformasi digital.
“Fokusnya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, mempercepat investasi, menciptakan iklim usaha yang kondusif, dan meningkatkan daya saing industri,” kata Roro.
Selain deregulasi, pemerintah juga memperkuat kebijakan pendukung melalui peningkatan akses keuangan inklusif dan penguatan sistem logistik nasional.
Langkah ini, kata Roro, menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan produktivitas nasional, menarik lebih banyak investasi asing, dan menghubungkan eksportir Indonesia ke dalam rantai nilai global.
“Reformasi ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki sistem perdagangan, tetapi juga memastikan pelaku usaha dapat terlibat langsung dalam rantai pasok global,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendag juga menyoroti pentingnya program UMKM BISA Ekspor, salah satu program prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang fokus mendorong pelaku UMKM menjadi eksportir mandiri.
Program ini mencakup berbagai tahapan pendampingan, mulai dari kurasi produk, pitching bisnis, hingga business matching dengan pembeli internasional.
Pelaku UMKM juga difasilitasi untuk mengikuti pameran dagang, serta mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari tenaga ahli Kemendag.
“Kami di Kementerian Perdagangan mempunyai program UMKM BISA Ekspor. Kami akan berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi dan membantu para pelaku usaha agar mampu menembus pasar global,” tegas Roro.
Pemerintah juga terus memperluas penerapan digitalisasi perdagangan guna mendukung promosi dan transaksi ekspor secara daring.
Melalui sistem katalog digital dan platform e-commerce ekspor, UMKM kini dapat memperkenalkan produk mereka langsung ke calon pembeli luar negeri.
Roro menilai digitalisasi menjadi kunci dalam memperluas jangkauan ekspor, khususnya bagi pelaku usaha di daerah yang sebelumnya sulit mengakses pasar global.
Roro menegaskan, UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, UMKM terbukti menjadi sektor yang paling adaptif dan memiliki daya tahan tinggi terhadap guncangan ekonomi.
“Kebijakan perdagangan yang berpihak pada UMKM bukan hanya menjaga kinerja ekspor, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Roro memastikan pemerintah akan terus konsisten memperkuat dukungan terhadap pelaku ekspor, terutama di sektor UMKM, agar Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
Dirinya menyebut, kolaborasi lintas kementerian dan dunia usaha menjadi kunci sukses dalam mewujudkan ekonomi yang tangguh dan berorientasi ekspor.
“Kami percaya, dengan sinergi kebijakan yang tepat dan dukungan semua pihak, UMKM Indonesia dapat menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus pemain penting dalam perdagangan dunia,” ujar Roro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







