Indonesia–Kirgizstan Jalin Kerja Sama Pengembangan Industri Halal

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Pusat Industri Halal melalukan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgizstan guna mengembangkan potensi dan peluang di industri halal.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, dan Direktur Pusat Pengembangan Industri Halal Republik Kirgizstan, A.D. Kaiyrbekov dalam penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) di ICE BSD, Tangerang, Banten.
“Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional di sektor halal. Melalui kerja sama ini, kami ingin mendorong pertumbuhan ekosistem industri halal yang saling menguntungkan, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga dalam mendukung rantai pasok global,” kata Kris, Sabtu malam (27/9/2025).
Baca Juga: Menteri Kesehatan Kirgizstan Bersikeras Promosikan Akar Tanaman Beracun untuk Obat Corona
Kesepakatan dalam pertemuan ini dituangkan dalam Record of Discussion (RoD) yang menjadi landasan awal sebelum menuju bentuk kerja sama formal, seperti Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) maupun perjanjian lainnya yang akan difinalisasi melalui saluran diplomatik.
“Dokumen ini adalah langkah awal untuk memperkuat kerja sama halal industry development antara Indonesia dan Kirgizstan. Nantinya, detail teknis dan kegiatan yang lebih spesifik akan dituangkan dalam perjanjian resmi,” ujar Kris.
Kemenperin memastikan komunikasi akan terus dijaga dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Kirgizstan guna memastikan kesinambungan kerja sama.
Pada kesempatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperluas ruang lingkup kerja sama, termasuk memperkuat promosi, pengembangan, dan hilirisasi industri halal di kedua negara. Selain itu, para pihak juga mendiskusikan peluang sinergi dalam kegiatan penelitian, standardisasi, sertifikasi, serta promosi produk halal.
A.D. Kaiyrbekov menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi ini. Sebab, Indonesia adalah mitra strategis dalam pengembangan industri halal. “Dengan adanya pembahasan awal ini, kami berharap dapat mempercepat terwujudnya program-program konkret yang bermanfaat bagi kedua negara,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









