KAI Berhasil Angkut Avtur 68 Ribu Ton hingga Agustus 2025

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pada periode Januari hingga Agustus 2025 volume angkutan avtur sebesar 68.241 ton, meningkat 8% dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebanyak 63.382 ton.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa pengangkutan avtur merupakan salah satu layanan logistik strategis KAI.
Avtur merupakan bahan bakar khusus untuk pesawat bermesin turbin, seperti pesawat jet komersial dan turboprop. Dengan karakteristik stabil di suhu rendah dan tekanan tinggi, Avtur menjadi elemen vital dalam menjamin keselamatan dan performa operasional penerbangan.
Baca Juga: Pasokan Energi Terjaga, Angkutan Batu Bara KAI Tumbuh 4 Persen
“Setiap dua hari sekali, satu rangkaian kereta kami berangkat membawa avtur dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu demi memastikan roda penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA) terus berjalan tanpa henti,” kata Anne melansir laman KAI, Minggu (14/9/2025).
Anne menambahkan, moda kereta api memiliki keunggulan dalam hal keamanan dan kapasitas angkut. Dengan sistem logistik yang terintegrasi, pasokan energi untuk sektor penerbangan dapat dijaga stabil.
Selain mendukung pasokan energi, KAI Group juga menyediakan layanan transportasi penumpang menuju dan dari YIA melalui KA Bandara yang dikelola oleh KAI Bandara.
Data mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, total pelanggan KA Bandara YIA mencapai 1.870.994 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 1.796.826 pelanggan.
Menurut Anne, kenaikan ini mencerminkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan transportasi berbasis rel sebagai moda pilihan dari dan menuju bandara karena lebih terukur dan tepat waktu.
“KA Bandara menghadirkan akses yang mudah, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat yang ingin bepergian dari dan menuju YIA,” jelasnya.
Dengan dukungan KAI dalam angkutan barang berupa avtur serta layanan penumpang melalui KA Bandara, peran ini menjadi bagian penting dalam menopang sektor transportasi udara.
“Transportasi yang lancar mendorong investasi, pariwisata, dan pergerakan orang maupun barang. Semua ini berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Anne.
Anne menegaskan bahwa keberadaan KAI Group di YIA menjadi bukti bahwa perkeretaapian mampu hadir sebagai mitra strategis bagi moda transportasi lain.
Sinergi ini selain memperlancar logistik energi dan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan ekosistem transportasi nasional yang saling terhubung. “Inilah makna kebermanfaatan kereta api untuk mendekatkan jarak, menghubungkan harapan, dan memberi energi bagi Indonesia,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








