KAI Hemat Rp2,5 Miliar per Tahun Lewat Pemanfaatan Energi Surya

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI semakin serius dalam menjalankan komitmen keberlanjutan dengan memanfaatkan energi terbarukan.
Melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), KAI mampu menghemat biaya operasional hingga Rp2,5 miliar per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sebesar 1.400 ton CO₂ setiap tahunnya.
“KAI terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan memanfaatkan energi terbarukan melalui PLTS,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Baca Juga: 5 Fakta Kereta Khusus Petani dan Pedagang dari KAI, Resmi Diluncurkan 28 September 2025
Hingga 21 Agustus 2025, KAI telah memasang PLTS di 66 lokasi. Fasilitas yang menggunakan energi surya ini meliputi stasiun, kantor, balai yasa, hingga griya karya, dengan kapasitas terpasang mencapai 1.189 kilowatt peak (kWp).
Menurut Anne, langkah ini bukan sekadar strategi efisiensi biaya, tetapi juga wujud nyata upaya KAI untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil.
“KAI ingin menghadirkan transportasi ramah lingkungan dari hulu ke hilir, termasuk di kantor dan fasilitas pendukung. Pemanfaatan energi surya adalah bukti komitmen tersebut,” tegasnya.
Dengan rata-rata produksi energi sebesar 1.400 kWh per kWp per tahun, PLTS yang telah terpasang mampu menghasilkan sekitar 1,66 juta kWh energi setiap tahun. Jika dikonversi dengan tarif listrik periode Juli–September 2025 yang berada di kisaran Rp1.444 hingga Rp1.700 per kWh, penghematan yang diraih KAI berkisar Rp1,86 miliar hingga Rp2,53 miliar per tahun.
Selain efisiensi biaya, manfaat lain yang dirasakan adalah penurunan emisi karbon hingga 1.400 ton CO₂ per tahun. Angka ini setara dengan dampak positif penanaman lebih dari 60 ribu pohon, sehingga memberi kontribusi signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Pemasangan PLTS tersebar di titik-titik strategis. Mulai dari stasiun besar yang menjadi wajah KAI di hadapan masyarakat hingga balai yasa yang berfungsi sebagai pusat perawatan sarana kereta api. Dengan begitu, prinsip energi bersih benar-benar diintegrasikan dalam seluruh lini operasional perusahaan.
Baca Juga: KAI Perpanjang Promo Merdeka, Diskon 20% Tiket Kereta hingga 31 Agustus
Tak berhenti di situ, KAI juga menargetkan penambahan 23 lokasi baru untuk pemasangan PLTS hingga akhir 2025. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong peningkatan bauran energi nasional menuju target energi hijau.
“Kami ingin setiap langkah modernisasi KAI selalu memiliki sentuhan keberlanjutan. Energi surya menjadi salah satu kunci untuk memastikan perjalanan masa depan yang lebih hijau,” jelas Anne.
Upaya KAI dalam memanfaatkan energi terbarukan ini juga merupakan bagian dari roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Aspek lingkungan menjadi salah satu fondasi utama, selain aspek sosial dan tata kelola, dalam strategi keberlanjutan jangka panjang.
Program PLTS melengkapi berbagai inisiatif hijau yang telah dijalankan KAI. Beberapa di antaranya adalah elektrifikasi layanan kereta, pengurangan penggunaan tiket fisik, program daur ulang seragam pegawai, hingga penyediaan water station gratis di stasiun.
“Dengan energi surya, kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa diwujudkan secara nyata dan memberi manfaat langsung bagi generasi mendatang,” pungkas Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









