DPR Desak Solusi BUMN Karya agar Proyek Strategis Nasional Tetap Berjalan
AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina mendorong pemerintah segera merumuskan solusi yang komprehensif agar proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan, sekaligus menjaga kesehatan keuangan BUMN.
Ia memastikan, Komisi VI DPR berkomitmen untuk terus mengawal upaya tersebut demi kepentingan rakyat dan masa depan pembangunan Indonesia.
"Kami memberikan perhatian serius terhadap kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, khususnya terkait keberlanjutan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Saya menyoroti sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan seperti Waskita Karya dan Hutama Karya, mulai dari masalah keuangan hingga tantangan sosial di lapangan," tegas Nevi, dikutip Sabtu (12/7/2025).
Baca Juga: Komisi VI Desak Audit BBM, Soroti Kelangkaan hingga Dugaan Oplosan
Menurutnya hal ini penting lantaran saat ini Waskita Karya dan Hutama Karya tengah menghadapi beban utang yang besar dan membutuhkan intervensi berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) atau skema restrukturisasi lainnya.
"Utang Hutama Karya mencapai sekitar Rp60 triliun dan telah menerima suntikan PMN sebesar Rp18,6 triliun dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, Waskita Karya tercatat memiliki utang sebesar Rp81 triliun dan baru menerima PMN sebesar Rp3 triliun," terangnya.
Ia menekankan bahwa, proyek jalan tol bukan sekadar proyek bisnis, melainkan bagian dari pelayanan publik untuk meningkatkan konektivitas nasional. Menurutnya, penting adanya sebuah skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta jaminan pemerintah (sovereign guarantee) untuk menjaga keberlanjutan proyek.
"Jangan sampai penugasan dari pemerintah justru membebani BUMN secara berlebihan," imbuh Nevi.
Legislator Dapil Sumbar II ini juga menyoroti dalam hal pengelolaan jalan tol, Jasa Marga selaku operator jalan tol di Jawa Timur diminta meningkatkan transparansi anggaran serta pelaksanaan audit keselamatan dan inspeksi rutin. Ia mengingatkan agar kondisi jalan tol senantiasa terjaga dengan baik, termasuk pemasangan CCTV dan kontrol kendaraan yang melintas.
Baca Juga: DPR RI Tetapkan Danantara sebagai Mitra Kerja Komisi VI dan Komisi XI
"Jangan sampai truk yang tidak layak jalan tetap diperbolehkan melintas dan membahayakan pengguna lain," tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya ketimpangan tarif tol yang berpotensi berdampak pada pelaku UMKM dan sektor pertanian. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem tarif dan efisiensi biaya operasional sangat dibutuhkan agar pembangunan infrastruktur benar-benar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, Nevi juga mencermati berbagai tantangan teknis dan sosial seperti pembebasan lahan yang kerap menimbulkan konflik, serta keterbatasan ekspansi proyek akibat masalah pendanaan.
"Saya mendorong BUMN untuk lebih intensif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta memanfaatkan sistem informasi geospasial agar pembebasan lahan lebih efisien," tukas Nevi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









