PLN EPI Perkuat ESG dan Inklusivitas demi Energi Bersih Berkelanjutan

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola berkelanjutan melalui pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance) serta menciptakan budaya kerja yang inklusif dan kolaboratif.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa Perusahaan telah menginternalisasi prinsip ESG secara menyeluruh dalam sistem operasional dan tata kelola.
"Salah satu contohnya adalah pengembangan integrated farming system, yaitu pemanfaatan lahan tidak produktif untuk penanaman tanaman biomassa sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sekaligus pemberdayaan masyarakat," ujarnya dikutip Minggu (15/6/2025).
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI difokuskan pada isu-isu prioritas seperti lingkungan, pendidikan, pengembangan UMKM. “Kami ingin hadir sebagai mitra strategis bagi masyarakat, memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kehidupan mereka", tambah Mamit.
Untuk mendukung target Net Zero Emission, PLN EPI menjalankan sejumlah inisiatif energi bersih, antara lain strategi cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan mengganti sebagian batu bara menggunakan bahan organik, seperti serbuk gergaji, ranting kayu, dan limbah kelapa sawit.
Selain itu, program gasifikasi juga tengah dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel (PLTD).
"Kami bahkan mulai menjajaki inisiatif produksi reen hydrogen sebagai bagian dari langkah inovatif menuju masa depan energi yang lebih bersih," lanjut Mamit.
Baca Juga: Inovasi PLN Icon Plus Gaet Pelanggan Sekaligus Peduli Lingkungan
Dalam aspek internal, Mamit mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menciptakan harmonisasi budaya kerja paska terbentuknya Holding dan Subholding PLN.
"Kami terus membangun kolaborasi lintas direktorat dan meningkatkan tingkat keterlibatan pegawai atau employee engagement. Tahun ini target indeks engagement naik ke 82 persen," ucapnya.
PLN EPI juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan karyawan yang bahagia, didengarkan, serta aktif berkontribusi dalam pertumbuhan Perusahaan," tutup Mamit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









