InJourney Taksir Jumlah Penumpang Pesawat Selama Lebaran 2025 Tembus 10 Juta di 37 Bandara
Camelia Rosa | 7 Maret 2025, 10:48 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono menyebutkan, pihaknya menyiapkan 37 bandara milik PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports untuk beroperasi selama 24 jam pada musim Lebaran 2025.
Nantinya, 37 bandara tersebut akan beroperasi selama 19 hari, mulai dari 24 Maret sampai 11 April.
"Kecuali tadi mengenai bandara I Gusti Ngurah Rai karena Nyepi ya di tanggal 29, pastinya Nyepi kita tutup di Bali. Jadi, selain Nyepi di tanggal 29, kita akan membuka bandara, 37 bandara ini 24 jam," jelas Maya dalam acara Konferensi Pers di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Diungkapkan Maya, perseroan juga turut serta memberikan penurunan tarif jasa kebandarudaraan bagi penumpang pesawat dan maskapai penurunan.
Adapun penurunan tarif bagi penumpang pesawat berupa potongan harga tarif sebesar 50% atas Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau disebut Passenger Service Charge (PSC) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).
"Namun demikian kami tetap berkomitmen untuk membuka bandara 24 jam untuk 37 bandara seluruh Indonesia. Jadi service-nya tidak berkurang walaupun kita memberikan diskon selama periode tersebut," tegasnya.
Maya menerangkan, untuk mengantisipasi kepadatan traffic di bandara, pihaknya telah menyiapkan beberapa upaya. Seperti, mempersiapkan personel tambahan sebanyak 16.294 orang, 1.632 unit counter check-in, 222 unit self check-in, 17.508 unit troli, 246 unit musola, 1.181 unit toilet, 185 unit conveyor belt.
"Seluruh persiapan fasilitas layanan di semua airport, kami pastikan itu ready dengan ada datanya, berapa counter check-in, kita menambah self check-in, trolley, conveyor belt, toilet, dan semua basic yang kami berikan sesuai dengan transformation blueprint kami," lanjutnya.
Dalam kesempatan ini, Maya juga memproyeksikan pergerakan penumpang pesawat saat musim Lebaran mencapai 10 juta orang. Angka ini naik 9,3% dari perkiraan tahun lalu yang mencapai 9 juta orang.
"Estimasi kami adalah air traffic meningkat 5,1% dibandingkan 2024, dan peningkatan penumpang 9,3% versus 2024. Jadi ini adalah estimasi peningkatan penumpang selama periode 21 Maret sampai 11 April," urainya.
Maya menjelaskan pergerakan pesawat tersebut sebagian besar dari penerbangan internasional. Oleh sebab itu, dirinya mendorong agar masyarakat tetap berwisata di dalam negeri. Sehingga dapat memberikan multiplier efek atau efek ganda kepada masyarakat
"Ini memang driven sebagian besar dari internasional, jadi saya juga sebenarnya meng-encourage untuk teman-teman berwisata lah di Indonesia, supaya peningkatan traffic ini kita bisa dapatkan juga dari pergerakan domestik, yang memberikan multiplier effect kepada masyarakat," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








