Pasar Tenaga Kerja AS Menguat, Klaim Tunjangan Pengangguran Tetap Stabil

AKURAT.CO Jumlah klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS) pekan lalu hampir tidak mengalami perubahan, tetap berada di level yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Data terbaru ini menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja di Negeri Paman Sam masih cukup kuat.
Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis pada Kamis (20/2/2025) lalu, klaim awal tunjangan pengangguran naik 5.000 menjadi 219.000 pada pekan yang berakhir 15 Februari lalu.
Dimana angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan prediksi para ekonom yang dikutip dari hasil survei Bloomberg, dimana mereka memperkirakan sudah ada 215.000 klaim.
Baca Juga: Imigrasi Diperketat, AS Terancam Krisis Tenaga Kerja
Sementara itu, jumlah klaim lanjutan yang mencerminkan orang-orang yang masih menerima tunjangan pengangguran juga mengalami kenaikan, mencapai 1,87 juta pada pekan yang berakhir 8 Februari lalu.
Meskipun begitu, para ekonom tengah memantau tren klaim tunjangan ini untuk melihat dampak dari kebijakan pemerintahan Trump yang melakukan pemecatan pegawai federal.
Sedangkan mengacu kepada data mingguan, cenderung naik turun dan belum ada kejelasan berapa banyak pekerja pemerintah yang memenuhi syarat untuk mengajukan tunjangan pengangguran.
Di wilayah DMV (yang mencakup Washington, DC, Maryland, dan Virginia) jumlah klaim justru menurun setelah sempat melonjak di periode sebelumnya. Namun, aplikasi tunjangan pengangguran di ibu kota AS masih berada di level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.
Secara nasional, angka klaim awal tetap sejalan dengan tren tahun 2019. Kondisi ini memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih cukup stabil, mendukung keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga hingga ada perkembangan lebih lanjut dalam upaya menekan inflasi.
Baca Juga: Moderasi Pasar Tenaga Kerja AS Tetap Terkendali
Meskipun demikian, beberapa perusahaan besar seperti Meta Platforms Inc. dan Southwest Airlines Co. telah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK), yang bisa memengaruhi angka klaim pengangguran di minggu-minggu mendatang.
Jika melihat rata-rata klaim dalam empat pekan terakhir indikator yang digunakan untuk meredam fluktuasi data mingguan jumlahnya hampir tidak berubah, bertahan di angka 215.250.
Tanpa penyesuaian musiman, klaim awal secara keseluruhan justru turun lebih dari 10.000 pada pekan lalu. Hampir setengah dari penurunan ini terjadi di California, yang mencatat penurunan klaim cukup signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









