Tak Lagi Lima Kotak, Pemilu 2029 Jadi Momentum Benahi Demokrasi Lokal

AKURAT.CO Pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal mulai 2029 dinilai tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan jadwal pencoblosan.
Perubahan tersebut perlu menjadi momentum untuk membenahi sekaligus memperkuat demokrasi di tingkat daerah.
Peneliti senior Badan Riset Nasional (BRIN), Siti Zuhro, mengatakan, desain baru pemilu membuka ruang untuk memperkuat desentralisasi, otonomi daerah, representasi politik, hingga kapasitas pemerintahan daerah.
“Pemisahan itu bukan sekadar perubahan jadwal pemungutan suara, tetapi sebagai momentum memperkuat desentralisasi, otonomi daerah, representasi politik, dan kapasitas pemerintahan daerah,” kata dia, Sabtu (3/10/2026).
Ia menilai, perhatian publik seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan mengenai kapan pemilu lokal atau pilkada digelar.
Hal yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan desain baru tersebut mampu melahirkan pemerintahan daerah yang memiliki legitimasi dan akuntabilitas.
“Paradigma yang perlu diubah adalah persoalannya bukan lagi kapan pilkada dilaksanakan, tetapi demokrasi lokal seperti apa yang hendak dibangun melalui pemilu setelah 2029,” ujarnya.
Siti menyebut perubahan tersebut sebagai pergeseran dari sekadar mengatur electoral calendar menuju pembangunan local democratic architecture.
Dengan demikian, pemilu lokal tidak hanya dipandang sebagai agenda elektoral, tetapi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan daerah.
“Pilkada bukan tujuan akhir, tetapi pilkada merupakan salah satu instrumen untuk menghasilkan pemerintahan daerah yang efektif, demokratis, dan akuntabel,” katanya.
Baca Juga: Panja RUU Pemilu Bakal Bahas Wacana Pemisahan Pileg dan Pilpres
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








