Pemuda PKS ke DPP Golkar, Ada Apa?

AKURAT.CO Ada pemandangan berbeda di lingkungan DPP Partai Golkar. Organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), DPP Gema Keadilan, menyambangi Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG).
Pertemuan tersebut menjadi ruang pertemuan dua organisasi kepemudaan dari partai politik berbeda untuk membahas sejumlah agenda yang menyangkut regenerasi politik, energi nasional hingga isu lingkungan.
Dalam pertemuan dengan PP AMPG, Rahmat Saleh hadir bersama Sekretaris Jenderal Susanto Triyogo serta jajaran Wakil Ketua Umum dan pengurus DPP Gema Keadilan.
Sementara dari PP AMPG, pertemuan dipimpin langsung Ketua Umum Said Aldi Al Idrus, didampingi Sekretaris Jenderal Ubaidillah, Bendahara Umum M. Faqih, serta sejumlah Wakil Ketua Umum, di antaranya Benazir Komarudin, Omar Syarief, Zieko Odang dan Rizki Maulana beserta jajaran pengurus.
Baca Juga: Tim Tanggap Bencana PP AMPG Mulai Bagikan Bantuan di Posko Pengungsi Korban Gempa Bumi NTT
Bahas Regenerasi hingga Kedaulatan Energi
Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi menyepakati sejumlah agenda kolaborasi lintas organisasi kepemudaan.
Salah satunya adalah rencana menginisiasi Akademi Politik Anak Muda. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan kader muda sekaligus mendorong semakin terbukanya ruang bagi generasi muda untuk mengisi posisi strategis di partai politik maupun parlemen.
Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, juga menyerukan kolaborasi antarorganisasi pemuda lintas partai serta penguatan ruang afirmasi bagi generasi muda dalam politik.
Selain regenerasi, isu kedaulatan energi turut menjadi pembahasan. Kedua pihak menyatakan komitmen untuk mengawal kebijakan strategis pemerintah dengan merujuk pada amanat Pasal 33 UUD 1945.
Tidak Hanya Politik
Kolaborasi yang dibahas tidak berhenti pada isu politik.
PP AMPG dan DPP Gema Keadilan juga menyepakati rencana kolaborasi dalam momentum Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pemuda dari latar belakang organisasi politik yang berbeda untuk membangun agenda bersama.
Keduanya juga membahas gagasan pembentukan Forum Pemuda Koalisi, yang ditujukan sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi organisasi kepemudaan lintas partai.
Isu kemanusiaan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kedua organisasi menyatakan komitmen untuk ikut mendorong bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Dalam hal ini, PP AMPG telah menunjukkan komitmen tersebut melalui pengiriman bantuan air bersih dan makanan kecil secara rutin untuk masyarakat Palestina. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk aksi nyata kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.
Dengan demikian, pertemuan pemuda Golkar dan PKS tersebut tidak hanya membahas politik, tetapi juga membawa sejumlah isu lintas sektor, mulai dari regenerasi kepemimpinan, lingkungan hingga kemanusiaan.
“Meski bertumbuh di wadah berbeda, tantangan anak muda di politik itu sama. Kolaborasi ini bukti pemuda siap bersatu mendorong regenerasi, mengawal program prioritas nasional, dan menghadirkan aksi nyata,” demikian pernyataan bersama PP AMPG dan DPP Gema Keadilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 7Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 8Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 9Pengacara Yaqut: Skema 50-50 Dibahas Setelah Ada Arahan Jokowi, DPR Tidak Berwenang Atur Kuota Haji
- 10Tanggapan Jokowi soal Ambang Batas Parlemen: Berapa Pun Baik






