Akurat Logo

RI Rangkul AS dan China, Strategi Diplomasi Ambil Manfaat Maksimal Tanpa Terjebak Aliansi

Moehamad Dheny Permana | 21 Agustus 2026, 21:56 WIB
RI Rangkul AS dan China, Strategi Diplomasi Ambil Manfaat Maksimal Tanpa Terjebak Aliansi
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa.

AKURAT.CO Forum Strategis 2+2 Indonesia-China yang mempertemukan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menlu China, Wang Yi serta Menhan China, Dong Jun, mendapat perhatian publik.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Menteri Perang Amerika Serikat Elbridge Colby di Istana Jakarta pada 12 Agustus 2026.

Langkah diplomasi maraton pemerintah dengan dua kekuatan besar dunia itu dinilai menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa, menilai, intensitas hubungan Indonesia dengan Beijing dan Washington merupakan upaya untuk mengamankan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan strategi diplomasi yang pragmatis dan terukur.

"Ya, kalau saya menilai pertemuan ini ya, 2+2 ini, sejalan dengan politik luar negeri kita yang bebas aktif ya. Secara umum kan begitu. Kita ingin mendapatkan keuntungan-keuntungan maksimal dari setiap negara sahabat," ujar Teguh saat dihubungi Akurat.co, Jumat (21/8/2026).

Terapkan Pragmatic Non-Alignment

Teguh menjelaskan model diplomasi Indonesia saat ini dapat dilihat sebagai pendekatan pragmatic non-alignment.

Pendekatan tersebut menitikberatkan pada manfaat konkret bagi kepentingan nasional tanpa membawa Indonesia masuk ke dalam pakta pertahanan atau aliansi militer tertentu.

Baca Juga: Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Tingkatkan Latihan Bersama dan Pertukaran Prajurit

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.