Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi bersama BMK 57 Bahas Strategi Kaderisasi Muda Menuju Indonesia Emas

AKURAT.CO Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, mengadakan pertemuan dengan Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 57) di Bandungan, Jawa Tengah.
Pertemuan ini berfokus pada strategi kaderisasi dan penguatan peran generasi muda di kancah politik.
Pertemuan tersebut digelar usai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) BMK 57, yang menobatkan Rizki Maulana sebagai Ketua Umum BMK 57, menggantikan Kemas Ilham Akbar yang selama ini aktif memimpin organisasi tersebut.
Pertemuan ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, H. Bahlil Lahadalia, yang menetapkan tahun 2026 sebagai tahun konsolidasi partai menuju visi Indonesia Emas 2045.
Said Aldi turut menyoroti perubahan zaman akibat disrupsi digital yang masif.
Menurutnya, hal ini berdampak pada menurunnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan anak muda, sekaligus mengubah cara mereka memandang politik. “Perubahan pola komunikasi dan arus informasi digital yang begitu cepat membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu BMK 57 bersama OKP Karya kekaryaan harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda,” ujar Said Aldi Al Idrus dalam keterangannya, Minggu, (9/8/2026).
Said menjelaskan, generasi muda saat ini cenderung lebih menyukai organisasi yang berbasis hobi, profesi, komunitas, maupun kegiatan sosial, ketimbang bergabung dengan organisasi politik konvensional. Oleh karena itu, ia mendorong perlunya transformasi dalam proses rekrutmen kader muda. Langkah yang ditawarkan meliputi pembuatan konten digital politik yang kreatif, ringan, edukatif, dan mudah dipahami, serta memperluas ruang ekspresi bagi Gen Z dan Milenial agar merasa lebih dekat dengan politik kebangsaan.
“Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, serta berbasis engagement,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Aldi di hadapan ratusan pengurus BMK 57 dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia turut didampingi oleh sejumlah tokoh, di antaranya Kemas Ilham Akbar, Ubaidillah, Sedek Bahta, Ziko Odang, Rizki Maulana, Omar Syarif, Liana Piliang, dan Nuansa Rambe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional







