Prabowo Waspadai Setiap Laporan, Budaya Asal Bapak Senang Sudah Ada di Semua Lembaga Pemerintah

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyadari bahwa ada budaya tidak baik di lingkaran pemerintahannya, yaitu budaya Asal Bapak Senang alias ABS. Dia bahkan menyebut kebiasaan memberikan laporan sudah membudaya di semua institusi pemerintahan.
Hal itu dikatakan Presiden dalam sesi tanya jawab dengan para pakar dan jurnalis di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Selasa lalu, lalu dikutip dari akun Youtube Prabowo Subianto pada Kamis (19/3/2026) malam.
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia, budaya ABS ini asal bapak senang, asal Ibu senang, laporan palsu ini sudah membudaya di semua institusi. This is part of our problem," kata Prabowo menjawab pertanyaan perwakilan jurnalis.
Dia tegaskan dirinya tidak mau hanya diberikan laporan-laporan yang menyenangkan hati. Sebab, informasi yang keliru akan menghasilkan keputusan yang tidak baik.
"Kalau salah informasi maka keputusan tidak baik, ini masalahnya, sehingga kita harus punya mindset untuk waspada terhadap setiap laporan," ujar Prabowo.
"Kita harus mau dan berani menerima laporan paling tidak enak," lanjut Presiden.
Ultimatum Prabowo ke Pimpinan BUMN
Pekan lalu, Prabowo Subianto mengultimatum seluruh pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan jajaran manajemen Danantara agar tidak bermain-main dengan laporan keuangan.
Dia tidak ingin lagi menerima laporan yang dimanipulasi atau dibuat sekadar menyenangkan pimpinan. Menurutnya, praktik semacam itu justru merusak tata kelola perusahaan negara.
"Saya minta jangan main-main lagi dengan saya. Jangan ada laporan palsu, laporan yang hanya menyenangkan supaya bisa akal-akalan," kata Prabowo dalam acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Alasan Prabowo menyampaikan itu secara terbuka karena Danantara memegang tanggung jawab besar dalam mengelola kekayaan negara. Lembaga ini merupakan konsolidasi dari berbagai aset strategis yang dimiliki bangsa Indonesia.
"Danantara adalah daya anagata nusantara. Daya berarti kekuatan atau energi, anagata adalah masa depan. Jadi lembaga ini harus menjaga dan mengelola kekuatan bangsa kita untuk masa depan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








