AHY Rayakan Imlek Perdana: Demokrat Rumah Besar untuk Semua

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan partainya terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, etnis, maupun budaya.
“Demokrat adalah rumah besar untuk semua. Suku, agama, ras, etnis, juga budaya. Kita tidak pernah membeda-bedakan dari mana kita berasal,” kata AHY dalam Perayaan Imlek Partai Demokrat 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya Partai Demokrat menggelar perayaan Imlek secara resmi.
Acara tersebut mengusung tema “Harmoni Nusantara: Together in Harmony, Stronger in Solidarity.”
Menurut AHY, perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen partai dalam merawat kebinekaan dan memperkuat persatuan bangsa.
“Ini adalah momen spesial karena untuk pertama kalinya kita merayakan Tahun Baru Imlek bersama berbagai kalangan yang hadir hari ini,” ujarnya.
Tahun Baru Imlek 2026 menandai pergantian Tahun Naga Kayu ke Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa, yang secara umum dimaknai sebagai simbol energi baru, keberanian, dan optimisme.
Di Indonesia, Imlek telah ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menjadi bagian dari perayaan kebudayaan yang dirayakan lintas komunitas.
Baca Juga: Satpol PP Siagakan 1.900 Personel, Petakan 43 Titik Rawan Tawuran Saat Ramadan
Sejumlah daerah menggelar festival, pertunjukan barongsai, hingga kegiatan sosial sebagai wujud akulturasi budaya Tionghoa dengan tradisi lokal.
Dalam konteks tersebut, AHY menilai semangat Imlek yang identik dengan harapan, persaudaraan, dan solidaritas sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang ingin terus diperkuat.
“Ini sebuah spirit bahwa kita harus semakin kuat merajut kebersamaan dalam harmoni yang indah. Kita akan semakin kuat kalau bersatu,” ucapnya.
AHY juga menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk memberikan ruang yang setara bagi seluruh pemeluk agama.
“Kita menyadari penuh bahwa nilai-nilai religi, apa pun agama yang kita peluk, harus dimuliakan secara setara,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






