Akurat Logo

PDIP Tak Akan Gabung Koalisi Selama Prabowo Dekat Jokowi

Atikah Umiyani | 15 Januari 2025, 16:52 WIB
PDIP Tak Akan Gabung Koalisi Selama Prabowo Dekat Jokowi

AKURAT.CO Pengamat politik, Iwan Setiawan, menilai bahwa peluang PDI Perjuangan (PDIP) untuk bergabung ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali terbuka.

Peluang ini semakin terlihat pasca Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengakui bahwa hubungannya dengan Prabowo baik-baik saja. Bahkan, PDIP juga mengaku siap untuk mendukung pemerintahan Prabowo kedepan.

"Terkait isu gabungnya PDIP ke koalisi pemerintah memang isunya sudah bergulir sejak Pasca Pilpres kemarin. Dan akhir-akhir ini memang sepertinya arah angin semakin kencang ke arah PDIP akan bergabung," kata Iwan kepada wartawan, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga: Bergabungnya PDIP ke Pemerintahan Tidak Akan Menggoyahkan Soliditas KIM

Dia menilai, peluang PDIP untuk bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo bisa saja terjadi namun dengan beberapa syarat. Salah satunya, yaitu berkaitan dengan posisi Joko Widodo yang saat ini dianggap masih punya hubungan spesial dengan Prabowo.

"Syaratnya itu salah satunya, terkait dengan Jokowi. Tidak mungkin PDIP mau gabung kalau posisi Jokowi masih spesial dan kuat di koalisi pemerintah," ucapnya.

Menurutnya, PDIP tidak akan bergabung ke dalam pemerintah Prabowo jika Jokowi masih punya pengaruh yang cukup kuat.

"PDIP akan kasih pilihan itu. Jokowi out atau PDIP Gabung. Dan ini sekaligus menjawab bahwa pengaruh Jokowi terhadap Prabowo semakin melemah," sambungnya.

Di antara pilihan itu, Iwan menilai akan lebih strategis jika Prabowo mampu menggandeng PDIP dalam pemerintahan. Sebab, dengan adanya PDIP, maka pengaruh pemerintah akan semakin kuat dan stablilitas politik akan lebih terjaga.

"Saya melihat, jika koalisi pemerintahan Prabowo harus memilih mana yang bargening dan yang paling strategis, gabungnya PDIP tampaknya lebih strategis dan menguntungkan bagi koalisi pemerintahan Prabowo," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.