Akurat Logo

Ridwan Kamil-Suswono Susun Strategi Wujudkan Transportasi Air di Jakarta

Atikah Umiyani | 9 Oktober 2024, 13:42 WIB
Ridwan Kamil-Suswono Susun Strategi Wujudkan Transportasi Air di Jakarta

AKURAT.CO Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), memastikan pengadaan moda transportasi air (waterway) besar kemungkinan dihadirkan di Jakarta.

Juru Bicara RIDO, Bernardus Djonoputro alias Bernie, mengatakan beberapa sungai di Jakarta sangat mungkin untuk menjadi waterway. Baik Banjir Kanal Timur (BKT) maupun Banjir Kanal Barat (BKB).

"Contohnya, BKT, saluran buatan dengan lebar antara 100-300 meter, tergantung lokasinya. Sedangkan bantaran kalinya masing-masing 18 meter di sisi kiri dan kanan. Karakteristiknya juga lurus, panjang dan dalam. Ini potensial dibuat transportasi dan wisata air," kata Bernie kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Selain BKT, BKB juga sangat dimungkinkan dengan rute Tanah Abang, Halimun, hingga Manggarai. Sungai lain yang berpotensi dibuatkan moda transportasi air adalah Ciliwung tengah, di mulai dari selatan sampai Cijantung dan Condet.

Baca Juga: Ridwan Kamil-Suswono Akan Prioritaskan Disabilitas dalam Berbagai Program di Jakarta

"Kehadiran transportasi air ini akan membuat sungai menjadi lebih terpelihara dan lebih bagus. Saat ini, sebenarnya sungai juga sudah dimanfaatkan warga, hanya saja saat ini tidak termanajemen dengan baik," ucapnya.

Menurutnya, transportasi air bisa menjadi salah satu jenis moda angkutan umum massal yang akan dikembangkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Terlebih, moda transportasi air pernah ditetapkan dalam program Pola Transportasi Makro (PTM) Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2003.

Di mulai tahun 2007, Sutiyoso yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu sempat mencanangkan integrasi Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Angkutan Sungai (Waterways).

"Tim teknis RIDO mengenali beberapa kendala dalam mewujudkan transportasi air, seperti sampah dan debit air yang tidak pasti. Saat ini, kami sedang membuatkan kajian secara mendalam," tuturnya.

Bernie mengatakan, kajian ini diperlukan untuk mengantisipasi risiko hujan karena debit air bisa melewati batas atas ketinggian dalam pengoperasian kapal. Pun saat tidak hujan sehingga menyebabkan debit air berada di bawah batas pengoperasian kapal.

"Untuk menghidupkan sungai, RIDO akan menyiapkan Ruang Sungai atau Room For River, di mana sungai akan dinormalkan sesuai dengan kodrat alaminya alias natural, agar bisa ditanami dengan rapi juga bisa dilengkapi dengan pedestrian. Dengan begitu, sangat dimungkinkan bagi warga sekitar bisa healing di tepian sungai karena memiliki ruang sungai yang indah, dipenuhi rindangnya pepohonan, dan memiliki air yang jernih," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.