AKURAT.CO Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menilai tak ada alasan pembenar untuk memakzulkan (impeachment) Presiden Jokowi. Malahan, Ketua Bappilu Gerindra menganggap alasan memakzulkan Jokowi, seperti yang disuarakan sejumlah kalangan, terlalu mengada-ada.
Dasco menilai, Jokowi sudah memiliki banyak capaian yang diakui berbagai pihak keberhasilannya. Sebagai elite Gerindra yang juga bagian dari koalisi pendukung pemerintah, dirinya menilai wacana pemakzulan berlebihan.
"Alasan untuk memakzulkan saya pikir terlalu mengada-ada," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: Jangan Panik Sikapi Wacana Pemakzulan
Sekalipun begitu, sebagai pimpinan DPR, Dasco menganggap wacana pemakzulan merupakan aspirasi yang tak ada salahnya didengar. Namun dirinya mengingatkan ada mekanisme untuk melengserkan presiden.
"Kalau ditanya sebagai pimpinan DPR sudah saya jawab bahwa baik yang mengusulkan maupun menolak, itu aspirasinya boleh saja, tetapi ada mekanisme," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









