Akurat Logo

Survei IPO: Amin Salip Ganjar-Mahfud

Paskalis Rubedanto | 20 November 2023, 15:58 WIB
Survei IPO: Amin Salip Ganjar-Mahfud

 

AKURAT.CO Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin (Amin) mulai menyalip duet Ganjar-Mahfud. Survei IPO menempatkan Amin menjadi pasangan dengan elektabilitas kedua tertinggi, di bawah Prabowo-Gibran.

Berdasarkan rilis survei yang disampaikan secara daring, Prabowo-Gibran unggul dengan elektabilitas 37,5 persen. Sedangkan Amin memiliki tingkat keterpilihan 32,7 persen mengalahkan Ganjar-Mahfud (28,3 persen).

"Prabowo Subianto 37,5 persen, disusul Anies Baswedan 32,7 persen, dan Ganjar Pranowo 28,3 persen," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam paparannya secara daring, di Jakarta, Senin (20/11/2023).

Baca Juga: Bantah Pernyataan Hasto, Nasdem: Kalian Tertekan, Kami Enjoy!

Survei diadakan selama tujuh hari yakni 10-17 November 2023 terhadap 1.400 responden, Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, margin of error kurang lebih 2,50 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pasangan Amin konsisten menyalip Ganjar-Mahfud dalam pemilih gen-z dan milenial. Malahan, elektabilitas Anies sebagai capres sudah mengungguli Ganjar.

Ketika disandingkan dengan cawapres masing-masing, hasil menunjukkan Prabowo tetap unggul, namun turun sekitar 1,3 persen ketika dipasangkan dengan Gibran Rakabuming. Elektabilitas yang mulanya 37,5 persen turun menjadi 36,2 persen.

Baca Juga: Amin-Ganjar Mahfud, Satu Tujuan Satu Jalan

Ganjar juga mengalami hal yang serupa. Elektabilitasnya melorot ketika dipasangkan dengan Mahfud MD. Secara personal, Ganjar yang semula memiliki elektabilitas 28,3 persen turun sekitar 1,2 persen menjadi 27,1 persen.

Berbeda dengan Prabowo dan Ganjar, Anies mengalami kenaikan. Ketika dipasangkan dengan Muhaimin, elektabilitas keduanya menjadi 34,1 persen.

"Begitu disandingkan dengan Muhaimin Iskandar meningkat menjadi 34,1 persen," ucap Dedi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.