Akurat Logo

Mimpi Semu Menang Pilpres Satu Putaran: Mudah Terucap Sulit Terwujud

Paskalis Rubedanto | 13 November 2023, 19:36 WIB
Mimpi Semu Menang Pilpres Satu Putaran: Mudah Terucap Sulit Terwujud

AKURAT.CO Optimisme tiga paslon capres-cawapres yang sudah ditetapkan KPU sebagai peserta Pilpres 2024, untuk
menang satu putaran dianggap hanya mimpi semu. Pilpres diyakini bakal berlangsung dua putaran lantaran kondisi objektif menunjukkan tidak ada calon yang memiliki elektabilitas hingga 40 persen.

Pengamat politik BRIN, Lili Romli menyebutkan, untuk menang dalam satu putaran, paslon capres-cawapres harus meraih 50 persen suara. Dirinya menganggap keyakinan menang satu putaran memang harus diucapkan kandidat untuk meningkatkan semangat jejaring mesin partai dan relawan, namun sulit terwujud.

“Apa itu akan tercapai, yakni menang satu putaran? Saya kira sulit terwujud. Pilpres akan berlangsung dua putaran,” kata Romli, di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Baca Juga: Pilpres 2024 Diikuti Tiga Paslon, Jangan Mimpi Menang Satu Putaran

“Ini karena UUD 1945 mengatur bahwa untuk keluar sebagai pemenang, harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara, dengan sedikitnya 20 persen suara tersebar di lebih setengah jumlah provinsi,” lanjutnya.

Romli menilai sah-sah saja pernyataan , Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi, dan pendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin yang meyakini jagoannya masing-masing bakal menang satu putaran.

Baca Juga: Survei: Publik Ingin Pilpres 2024 Digelar Satu Putaran

Namun demikian, realisasinya bakal mengalami hambatan karena tak mudah untuk mendapat 50 persen suara, kecuali adanya Faktor X.

“Dan ketiga pasangan tersebut berdasarkan hasil survei, tidak ada yang unggul secara psikologis lebih dari 50 persen. Ketiga pasangan yang ada kompetitif, tidak ada satu pun yang unggul secara signifikan,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.