Badan Relawan Prabowo Gelar Rapat Akbar, Begini Arahan Musa Bangun

AKURAT.CO Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) menggelar rapat akbar apel persiapan pemantapan gerakan penggalangan bagi relawan yang dibentuk dan tergabung dalam Badan Relawan Prabowo (BRP) pada Minggu (12/11/2023).
Terdapat 120 relawan bentukan PPIR yang menyebar di akar rumput hingga TPS di seluruh wilayah Indonesia. Ratusan relawan tersebut berbasis unsur komunitas, profesi dan lain-lain di daerah masing-masing.
Acara yang dihadiri seluruh pengurus pusat PPIR, Tim Aksi Politik (TAP) PPIR dan pengurus inti (KSB) relawan seluruh Indonesia serta artis legendaris Ayu Azhari itu dibuka oleh Ketua Umum PPIR, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.
Dalam kesempatan itu Musa Bangun memberikan komando dan arahan langsung terkait operasi dan strategi yang diterapkan pada giat lapangan.
"Tugas pokok dan fungsi relawan di bawah komando PPIR adalah penggalangan dan pemenangan. Di mana setiap individu relawan melibatkan diri di organisasi masing-masing, melakukan penggalangan di lingkungannya serta bersiap diri pada hari H ketika dibutuhkan untuk saksi, pengamanan atau pengawasan saat pencoblosan," paparnya.
Baca Juga: Narasi Sinisme Politik Ke Prabowo Adalah Bukti Jika Lawan Tak Punya Gagasan
Musa Bangun juga menegaskan agar para relawan tidak melakukan kampanye hitam (black campaign) dengan menjelek-jelekkan atau sejenisnya kepada kubu lain.
"Saya mengajak setiap relawan untuk menciptakan kesejukan, ketenangan dan memberikan edukasi politik yang baik dan benar, serta menghindari perpecahan sesama anak bangsa," ujarmya.
Ketua Relawan Pejuang Bunda Pertiwi (BP), Shesan Nazar Kanin, yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, apel pemantapan relawan kali ini merupakan momentum penting guna menyelaraskan dan menyinergikan seluruh unsur relawan. Dengan tujuan saling memperkuat dan memperluas sebaran hingga ke akar rumput.
"Kita adalah relawan pejuang untuk membebaskan kondisi dari belenggu-belenggu yang menghambat Indonesia mencapai tujuan keadilan dan kemakmuran melalui jalur politik konstitusional. Membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan baru yang telah menjadi berpuluh tahun di negeri ini dengan pengambil alih kepemimpinan secara konstitusional melalui momentum Pemilu dan Pilpres 2024," Shesan menjelaskan.
Baca Juga: Dituding Abuse of Power, TKN Prabowo-Gibran: Sebaliknya, Yang Punya Pengalaman Lakukan Itu Siapa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






