AKURAT.CO Demokrat masih memilih untuk bersabar setelah Anies Baswedan, mengikuti skenario kawin paksa ala Ketum Nasdem, Surya Paloh, yang menduetkannya dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief, belum bisa memastikan langkah partai ke depan.
Andi Arief hanya menjawab sabar, ketika ditanyaian apakah Demokrat masih mendukung pencapresan Anies atau mengalihkannya ke kandidat lain yakni Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo. “Sabar,” kata Andi Arief, melalui aplikasi pesan singkat, yang diterima di Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Andi diketahui mencuitkan pernyataan keras yang menyudutkan Anies melalui akun Twitter (X) @Andiarief_ dengan memention @aniesbaswedan, “Saya tidak menyangka @aniesbaswedan berdarah dingin tapi pengecut.”
Baca Juga: Benar, Sudah Sepakat Usung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Di Pilpres 2024
Gabungan kursi Nasdem dan PKB di parlemen sudah memenuhi syarat ambang batas mengusung capres-cawapres. Nasdem memiliki 59 kursi sedangkan PKB memiliki 58 kursi yang kalau ditotal tembus 117 kursi, melebihi syarat minimal 115 kursi.
Kabar Anies berduet dengan Imin disampaikan Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, melalui keterangan tertulis yang disebar kepada media. Riefky yang juga anggota Tim 8 yang mengaku mendapat kabar dari Sudirman Said bahwa Anies sepakat mengikuti insiatif Surya Paloh untuk berduet dengan Imin.
Paloh disebut Riefky melakukan kesepakatan dengan Anies tanpa berkoordinasi dengan Demokrat maupun PKS. Setelah dikonfirmasi, Anies membenarkan kabar tersebut.
Baca Juga: Banyak Pemilih Yakin Anies Terlibat Kasus Formula E
“Demokrat “dipaksa” menerima keputusan itu (fait accompli),” kata dia.
Riefky membeberkan empat poin dalam keterangan tersebut. Poin ketiga menyebut Demokrat bakal menggelar rapat majelis tinggi untuk menetapkan pasangan capres-cawapres.
Dalam keterangannya, dibeberkan pula kronologi situasi terakhir yang menunjukkan Anies telah berkhianat terhadap piagam koalisi. Menurut Riefky, seluruh petinggi partai dalam Koalisi Perubahan sudah sepakat Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pendamping Anies.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Maju Bikin Muhaimin Deg-degan
Anies bahkan sepakat untuk segera deklarasi. Namun hal ini terus tertunda hingga pada Selasa (29/8/2023) malam, Anies dipanggil ke Nasdem Tower, oleh Surya Paloh yang menetapkan Imin sebagai cawapres.
Sehari kemudian, Anies mengutus Sudirman Said untuk melaporkan situasi kepada pimpinan tertinggi PKS dan Demokrat.
“Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” sesalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







