Airlangga Dilaporkan Ke Dewan Etik Partai Gegara Dukung Prabowo, Jerry Sambuaga: Itu Salah Sasaran

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dilaporkan ke Dewan Etik Partai oleh Koordinator Tim Pemrakarsa Kebangkitan Partai Golkar Lawrence Siburian di DPP Partai Golkar, Jumat (18/8/2024). Airlangga dilaporkan atas dugaan pelanggaran berat terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) lantaran mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Jerry Sambuaga, menilai, melaporkan Airlangga ke dewan etik partai merupakan langkah yang salah. Sebab, keputusan Golkar mendukung Prabowo adalah keputusan bersama di Rakernas.
“Jadi saya pikir apa yang dipermasalahkan itu salah sasaran. Mereka mungkin tidak paham dan tidak mengerti konstitusionalitas dari keputusan yang ada di Rakernas,” kata Jerry di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8/2023).
Dia menegaskan, keputusan yang diambil Airlangga merupakan hasil dari Rakernas dan akan dikawal oleh seluruh elemen partai. Di sisi lain, dia membantah bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut tidak solid.
“Kita sudah berkali-kali melakukan rapat-rapat dan bahkan kemarin yang pertemuan di Bali itu seluruh DPD dari 38 provinsi tidak ada satupun yang menyatakan bahwa tidak solid. Semua clear bahwa kita mengikuti arahan Pak Ketum, enggak ada masalah,” ujarnya.
Sebelumnya, Lawrence mengatakan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan Airlangga adalah tidak melaksanakan keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar pada 22 Maret 2021. Rapimnas itu telah menetapkan Airlangga sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Namun, Airlangga kini justru mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024. Baginya, sikap Airlangga itu sebagai tindakan yang tak bertanggung jawab terhadap hasil Rapimnas.
"Dia tidak laksanakan, harusnya dia harus bertanggung jawabkan dulu di Rapimnas. Jadi karena keputusan Rapimnas, jadi dia harus bertanggung jawabkan, supaya kita ubah di sana, mau mendukung siapa, mau berkoalisi kepada siapa. Tetapi dia tidak lakukan," kata dia.
Lawrence menilai sikap Airlangga mendukung Prabowo itu sebagai langkah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Partai Golkar.
Ia lantas meminta Dewan Etik Partai Golkar untuk memproses laporannya. Ia berharap Airlangga diberi sanksi terberat atas sikapnya tersebut.
"Kalau bisa dalam tempo 7 hari dan kami minta menjatuhkan sanksi yang terberat, yaitu memberhentikan saudara Airlangga," kata dia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini



