Faizal Assegaf: Anies Dijegal, Gerakan People Power Tak Bisa Dihindari

AKURAT.CO Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UU/2017 tentang Pemilu terkait sistem pemilu. Sehingga, Pemilu 2024 tetap dilaksanakan dengan sistem proposional terbuka. Kritikus Faizal Assegaf tidak heran dengan putusan MK tersebut.
"Sejak awal saya tidak tertarik dengan isu pro kontra keputusan MK soal tertutup atau terbuka. Sebab sejak gugatan itu muncul, telah ditolak keras oleh delapan parpol," ujar Faizal di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Ia yakin MK, PDI Perjuangan dan Istana tidak mungkin nekat bertindak konyol.
"Semua itu cuma Srimulat politik dan banyolan aja. Tujuan untuk menjebak dan menghardik oposisi," cetus aktivis 98 ini.
Justru menurut Faizal, mestinya elemen pro perubahan fokus menggalang penguatan koalisi parpol untuk memastikan Anies Baswedan sebagai tokoh sentral perubahan tidak dijegal.
"Jejaring oposisi harus lebih jeli dan cerdas untuk menghindari berbagai isu yang diproduksi oleh agen status qou. Yang tujuannya mengobrak-abrik soliditas oposisi," terangnya.
Ia menekankan tidak ada cara lain yang efektif untuk terus bergerak secara konstruktif dengan dua pilihan, yaitu perkuat parpol pro perubahan dan lebih agresif menggalang konsolidasi people power sebagai ikhtiar mencegah penjegalan dan kecurangan.
"Bila kedaulatan politik rakyat terus diobrak-abrik untuk menjegal Anies dan partai koalisi, maka pilihan people power tidak bisa dihindari," tegasnya.
Faizal kembali mengatakan, intervensi kekuasaan harus dilawan melalui solidaritas rakyat secara tegas.
"Rapatkan barisan, lawana seluruh modus-modus jahat dari praktek kekuasaan yang semena-mena. Semakin solid dan agresif oposisi menyuarakan perubahan, semakin terbuka peluang bagi rakyat mengakhiri ketidakadilan," tandas ketua Progesif 98 ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 6Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat




