AKURAT.CO Jokowi seharusnya bisa menahan diri dan tak perlu jor-joran sampai menghadiri acara kumpul ribuan relawannya di Stadion GBK, Jakarta pada Sabtu lalu.
Manuver politik seperti itu membuat wibawa Jokowi sebagai king maker tak terlihat.
"Justru semakin kehilangan wibawa king maker," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah saat dihubungi Akurat.Co, Senin (29/11/2022).
Seorang king maker, lanjut Dedi, cenderung diam dan melakukan lobi-lobi ke para elit politik lainnya.
"Jokowi sama sekali tidak tunjukkan itu. Bahkan terlihat tidak mampu mengendalikan hasrat politiknya," jelasnya.
Apalagi dari hasil survei, menurut Dedi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu semakin kehilangan kepercayaan publik.
"Hal ini membawa Jokowi menjadi bukan siapa-siapa setelah atau mendekati masa Pemilu (Pemilihan Umum) 2024," katanya.
Selain itu Dedi juga menyoroti pernyataan Jokowi soal ciri pemimpin dilihat dari kerutan di wajah dan rambut putih. Hal semacam ini dinilainya tidak layak dilontarkan Jokowi.
Sebagai kepala negara, Jokowi jadi terkesan rasis.
Dedi mengingatkan jangan sampai publik menilai Jokowi sebatas presiden relawan dan hanya mengejar kekuasaan di tengah bencana alam yang sedang terjadi di beberapa daerah.
"Tidak elok seorang presiden di tengah periode lakukan endorsment politik," tutupnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




