Simulasi Capres-Cawapres Dinilai Bentuk Keterbukaan Partai Politik

AKURAT.CO, Anggota Komisi II FPR RI Guspardi Gaus menyambut baik langkah sejumlah partai politik yang mulai terbuka menyampaikan simulasi bakal calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres). Hal itu menjadi bentuk keterbukaan partai terhadap publik.
Menurutnya, upaya partai politik menawarkan figur yang dinilai cocok diusung, merupakan bagian dari tranparansi dan tanggung jawab parpol terhadap konstituennya.
"Hal ini juga dinilai bentuk kesiapan parpol menghadapi Pilpres 2024, ujar Guspardi dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (27/7/2022).
Selain itu, Guspardi berpandangan, penyampaian simulasi Capres-cawapres merupakan bentuk keterbukaan dan itu sesuatu yang positif untuk memperkenalkan.
"Sehingga publik bisa menilai layak tidaknya calon yang ditawarkan oleh partai politik," jelas Politisi PAN ini.
Meski demikian, Guspardi berharap menekankan pemimpin yang terpilih tidak hanya dinilai dari prestasi yang ditorehkan. Namun, harus dinilai dari berbagai aspek yang multidimensi atau mendekati figur sempurna.
"Tidak bisa menilainya dari prestasinya saja karena prestasi itu bisa saja tidak diketahui orang banyak. Calon yang berprestasi belum tentu layak menjadi pemimpin, sedangkan pemimpin yang terpilih nanti memang benar-benar terpilih dan harus memenuhi berbagai syarat dan mempunyai ke kelebihan dalam berbagai bidang (mulitdimensi)," terangnya.
Oleh karena itu, Guspardi mengingatkan agar partai politik tidak boleh bersikap apriori dan siapa pun yang diajukan harus direspons sebagai sesuatu yang positif.
"Ini juga sebagai bentuk keterbukaan partai dalam memberikan pendidikan politik. Bentuk akuntabilitas agar tidak pilih kucing dalam karung," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




