Akurat Logo

Simulasi Capres-Cawapres Dinilai Bentuk Keterbukaan Partai Politik

| 27 Juli 2022, 10:30 WIB
Simulasi Capres-Cawapres Dinilai Bentuk Keterbukaan Partai Politik

AKURAT.CO, Anggota Komisi II FPR RI Guspardi Gaus menyambut baik langkah sejumlah partai politik yang mulai terbuka menyampaikan simulasi bakal calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres). Hal itu menjadi bentuk keterbukaan partai terhadap publik.

Menurutnya, upaya partai politik menawarkan figur yang dinilai cocok diusung, merupakan bagian dari tranparansi dan tanggung jawab parpol terhadap konstituennya.

"Hal ini juga dinilai bentuk kesiapan parpol menghadapi Pilpres 2024, ujar Guspardi dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (27/7/2022).

Selain itu, Guspardi berpandangan, penyampaian simulasi Capres-cawapres merupakan bentuk keterbukaan dan itu sesuatu yang positif untuk memperkenalkan.

"Sehingga publik bisa menilai layak tidaknya calon yang ditawarkan oleh partai politik," jelas Politisi PAN ini.

Meski demikian, Guspardi berharap menekankan pemimpin yang terpilih tidak hanya dinilai dari prestasi yang ditorehkan. Namun, harus dinilai dari berbagai aspek yang  multidimensi atau mendekati figur sempurna.

"Tidak bisa menilainya dari prestasinya saja karena prestasi itu bisa saja tidak diketahui orang banyak. Calon yang berprestasi belum tentu layak menjadi pemimpin, sedangkan pemimpin yang terpilih nanti memang benar-benar terpilih dan harus memenuhi berbagai syarat dan mempunyai ke kelebihan dalam berbagai bidang (mulitdimensi)," terangnya.

Oleh karena itu, Guspardi mengingatkan agar partai politik tidak boleh bersikap apriori dan siapa pun yang diajukan harus direspons sebagai sesuatu yang positif.

"Ini juga sebagai bentuk keterbukaan partai dalam memberikan pendidikan politik. Bentuk akuntabilitas agar tidak pilih kucing dalam karung," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Editor
Oktaviani