Akurat Logo

Masyarakat Diminta Jaga Bhinneka Tunggal Ika Saat Bersosial Media

| 19 September 2021, 08:54 WIB
Masyarakat Diminta Jaga Bhinneka Tunggal Ika Saat Bersosial Media

AKURAT.CO, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Siti Fauziah mengharapkan netizen dapat lebih bijak bermedia sosial dengan tetap menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikan dalam acara diskusi bersama netizen dengan tema “The Power of Bhinneka Tunggal Ika, Bijak Bermedia Sosial dalam Mewujudkan Karakter Bangsa,” di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021).

Fauziah menilai, bermedia sosial bisa berdampak luas. Maka dari itu, dia meminta agar netizen agar memperhatikan soal Bhinneka Tunggal Ika.

“Indonesia sangat beragam dilihat dari suku, bangsa, bahasa, agama, warna kulit. Dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, netizen bermedia sosial untuk menyatukan bangsa. Dengan merekatkan seluruh keragaman yang ada,” ujarnya .

Menurut Siti Fauziah, nilai Bhinneka Tunggal Ika sebenarnya sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan di masyarakat, berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, bisa hidup secara berdampingan.

“Nilai-nilai bhinneka tunggal itu perlu diinternalisasikan lagi secara lebih komprehensif,” tuturnya.

Semangat Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Fauziah, sudah ada sejak dahulu sebelum Indonesia merdeka. Para pendahulu bangsa menyadari bahwa Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa, agama, dan bahasa, harus dibangun bersama-sama.

"Semangat itulah yang membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersatu," tandasnya.

Dalam konteks bijak bermedia sosial, Fauziah mengungkapkan generasi saat ini yaitu generasi milenial dan generasi Z adalah generasi yang sudah akrab dengan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Namun, pemanfaatan media sosial harus dilakukan dengan bijak. Sebab, media sosial sudah tanpa batas. Media sosial bisa diakses seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

"Karena tidak terbatas, banyak masalah yang muncul ketika bermedia sosial. Karena itu, bermedia sosial harus dilakukan dengan bijak,” terangnya.

Di sisi lain, Fauziah mengingatkan bahwa media sosial adalah media publikasi. Media sosial menjadi platform baru untuk menyampaikan pesan. Misalnya, pesan yang sifatnya serius menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara bisa disampaikan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.

"Media sosial menjadi wahana strategis untuk menyampaikan pesan. Sebab, pesan yang disampaikan bisa langsung terpublikasi dan tersebar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fauziah meminta masukan dan saran dari netizen MPR Bandung untuk perbaikan platform media sosial MPR.

“Dalam era digitalisasi ini, melalui media sosial MPR bisa memperkenalkan lembaga negara ini kepada masyarakat. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tugas dan wewenang MPR. Kita berharap netizen MPR Bandung bisa memberi masukan kepada MPR agar pengelolaan media sosial MPR lebih baik lagi,” bebernya.

“Masukan ini penting agar pengelolaan media sosial di MPR bisa menyesuaikan dengan perkembangan kekinian. Kita ingin menjadikan media sosial MPR menjadi salah satu garda terdepan dalam konteks publikasi kegiatan-kegiatan pimpinan dan anggota MPR dalam menjalankan tugas dan kewenangannya,” imbuhnya.

Fauziah menambahkan, jika platform media sosial MPR bisa dioptimalkan maka akan memberi dampak kepada masyarakat.

"MPR akan menggunakan platform media sosial untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR, khususnya kepada generasi milenial dan generasi Z yang sudah melek teknologi," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Editor
Oktaviani