Akurat Logo

Partai Demokrat dan PDIP Memanas Usai Unggahan Wakil Menteri Desa

| 28 Juli 2021, 14:55 WIB
Partai Demokrat dan PDIP Memanas Usai Unggahan Wakil Menteri Desa

AKURAT.CO, Tensi politik Partai Demokrat dan PDIP memanas setelah Wakil Menteri Desa Budi Arie Setiadi mengunggah karikatur bertuliskan Demokrat.

Dalam gambar karikatur yang diposting pada Sabtu, 24 Juli 2021, di Facebook Budi Arie Setiadi itu secara gamblang menyebut #BONGKARBIANGRUSUH dengan nama DEMOKRAT di bawahnya.

“Pakai tangan adik-adik mahasiwa lagi untuk kepentingan syahwat kuasanya,” tertulis di atas dengan font kapital dalam karikatur yang diunggah Wamendes Budi Arie Setiadi itu.

Unggahan ini seiringan dengan poster seruan aksi Jokowi End Game yang beredar di media sosial. Seruan aksi itu menentang perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.

Partai Demokrat meradang, menganggap itu tudingan dan fitnah yang dengan jelas dialamatkan kepada partai berlambang bintang mercy tersebut. “Jelas (itu menuding) kami. Tulisannya kan jelas itu D-E-M-O-K-R-A-T,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam acara dialog Kabar Petang tvOne di stasiun televisi swasta nasional, Selasa (27/7/2021).

Demokrat berencana akan membawa masalah ini ke ranah yang berwajib. Demokrat menyayangkan pola-pola seperti ini terus menyerang partai pimpinan Agus Harimukti Yudhoyono tersebut.

“Ini kita rangkum semua dan akan kita bahas di internal apakah ada langkah-langkah lanjutan yang akan kita lakukan. Ini kan sangat disayangkan, padahal kayaknya tuh mau heboh banget ini ada demo (seruan aksi Jokowi End Game), tapi ternyata dalangnya dilakukan oleh tujuh orang yang iseng. Udah seheboh itu, udah semasif itu fitnahnya kepada Partai Demokrat,” ujar Herzaky.

Herzaky mengecam pola-pola pendengungan atau penggunaan buzzer yang menimbulkan kekacauan baru di masyarakat. “Yang membuat heboh ini kan hanya kelompok kecil yang selama ini justru mendukung pemerintah. Itu kan ada pendengung-pendengung itu. Nah, itu yang menjadi pertanyaan besar kami sebenarnya,” ujarnya.

“Karena pendengung-pendengung itu, bahkan yang selevel wakil menteri ini yang kemudian memfitnah kami, menulis kami sebagai biang demo, biang rusuhlah. Kapan kami rusuhnya? Kapan kami mengajukan demonya? Ini berbahaya sekali fitnah-fitnah ini dibiarkan,” tandasnya.

Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Aria Bima, mengaku terkejut dan heran dengan adanya isu Jokowi End Game di saat pemerintah dan masyarakat membutuhkan kebersamaan untuk mengatasi situasi darurat pandemi. “Kok yo masih ada pihak-pihak yang mengambil isu sangat seksi untuk bicara soal Jokowi End Game. Opo sih ini,” ujarnya di acara yang sama.

Aria tak ingin mengomentari soal seruan aksi itu. Menurut dia adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi masyarakat menyampaikan aspirasi maupun kritik terhadap kekurangan pemerintah.

“Mahasiswa harus kritis. Kalau kritis itu mesti konstruktif. Kritis itu adalah suatu hal yang memberikan solusi dengan memberikan viding-viding tentang beberapa hal yang terjadi ada kekurang, apakah itu pada kebijakan, apakah itu pada programnya, apakah itu kegiatannya, bisa dipilah-pilah itu,” ujar Aria.

Aria lebih tertarik dan memandang unsur politis yang bermain dalam polemik ini. “Tapi kalau intrik itu mesti destruktif, itu mesti anarkis, dan dibelakangnya mesti ada dalang, aktor, cukong, bandar, intinya siapa yang duitinlah gitu. Nah, beberapa kali memang terlihat bahwa antara yang kritis ditumpangi sama yang ngintrik,” ucapnya.

Aria pun mengajak untuk bersama-sama menjawab siapakah dalang sebenarnya dari polemik yang menyita energi publik ini di tengah upaya pemerintah dan masyarakat berperang melawan Covid-19 yang serba dinamis virusnya, serba dinamis penularannya, serba dinamis dampaknya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O