Dua Politikus Ini Paling Banyak Lontarkan Kritik kepada Presiden sepanjang 2019

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai kepala negara Indonesia seringkali mendapatkan banyak kritikan dari para kelompok oposisi. Meski kritikan yang biasa ditujukan untuk Jokowi bisa dari berbagai kalangan. Kebanyakan, kritikan datang dari kalangan anggota hingga pimpinan DPR RI. Karena, suatu negara bisa berjalan maju dengan adanya check and balances.
Diketahui, DPR RI memiliki tiga fungsi, salah satunya pengawasan. Pengawasan bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, di antaranya melalui kritik terhadap roda pemerintahan.
Kritikan seseorang kadangkala didasari oleh opini yang membangun. Namun tak jarang juga, kritik yang dilontarkan politisi ini seperti menyudutkan langkah Presiden.
Berikut dua orang politikus anggota DPR yang terbilang sering mengkritik Presiden Jokowi di tahun 2019:
1. Fadli Zon
Anggota DPR ini memang terkenal dengan komentar pedasnya. Sebab, kerapkali ia mengkritik langkah-langkah kebijakan Jokowi dalam membangun Kabinet Indonesia Maju.
Bahkan di tahun 2019 ini, ia merangkum beberapa kritikannya kedalam sebuah buku yang berjudul 'Strengthtening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'.
Banyak persoalan yang dikomentari oleh Fadli terkait dengan langkah-langkah kebijakan Presiden demi membawa Indonesia yang lebih maju.
Salah satunya yaitu, soal penambahan staf khusus Presiden yanh dinilai Fadli hanya sebagai pajangan.
"Kalau seolah mau mengedepankan milenial ya itu kan menurut saya pajangan saja. Mereka kan staf, bukan pengambil keputusan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).
Fadli juga menyatakan, pihaknya yang berada di jalur oposisi dari pemrintah nemang seharusnya mengkritik Presiden terkait kinerja yang kurang tepat.
"Apalagi kebutulan, saya berada di seberang pemerintah (oposisi). Jadi, tentu harus lebih kritis daripada yang lain," kata Fadli Zon.
2. Fahri Hamzah
Fahri Hamzah, merupakan mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera, yang kini telah mendirikan partai Gelombang Rakyat (Gelora).
Fahri yang juga saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 sering mengkritik kinerja pemerintah.
Salah satunya soal staf khusus Presiden. Berbeda dengan Fadli yang menilai Staf Khusus sebagai pajangan, Fahri menilai Staf Khusus kurang tepat diisi oleh kalangan milenial.
Menurut Fahri, seharusnya jajaran stafsus diisi oleh orang-orang yang bergerak di sektor riil seperti petani dan peternak.
"Padahal kita ini lebih emmerlukan oetani yang ulung, industrialus, peternak, orang-orang yang bekerja di sektor riil, itu harus menjadi contoh," ujar Fahri di Lemo Hotel, Minggu (24/11/2019)
Lebih lanjut, Ia juga menjadi salah satu pengkritik keras terkait pemindahan ibu kota. Fahri menilai salah, proses yang di jalankan oleh pemerintahan terkait tahapan-tahapan pemindahan Ibu Kota
"Terus terang saya menyayangkan kurangnya ahli tata negara di sekitar presiden, sehingga presiden itu tidak menjalankan suatu proses ketatanegaraan yang resmi, yang lazim. Proses ketatanegaraan yang lazim itu kan ada tahapannya," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2019). []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




