AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen turut menanggapi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang baru. Menurutnya, RKUHP yang baru lebih kejam daripada versi peninggalan zaman penjajahan Belanda.
"KUHP yang kita gunakan sekarang adalah peninggalan penjajah Belanda. Sekarang direvisi oleh DPR dan Pemerintah yang substansi perubahannya malah lebih kejam dari era penjajah," kata @FerdinandHaean2 di Twitter, Jumat (20/9/2019).
Ferdinand pun mempertanyakan DPR yang dikatakannya lebih kejam daripada penjajah.
"Apa iya DPR ini lebih kejam dari watak penjajah? @DPR_RI @Kemenkumham_RI @PolhukamRI," ujarnya.
KUHP yg kita gunakan skrg adlh prninggalan penjajah Belanda. Sekarang direvisi oleh DPR dan Pemerintah yg substansi perubahannya malah lebih kejam dari era penjajah.
— FERDINAND HUTAHAEAN (@FerdinandHaean2) September 20, 2019
Apa iya DPR ini lbh kejam dr watak penjajah? @DPR_RI @Kemenkumham_RI @PolhukamRI
DPR RI bersama Pemerintah telah menyetujui revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dalam Rapat Kerja di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/9/2019) lalu.
Kendati demikian, ada beberapa pihak yang menilai bahwa revisi KUHP tersebut belum bisa disahkan, karena terdapat pasal-pasal karet yang dapat merugikan banyak pihak.
Komisi Nasional HAM mendesak pemerintah dan DPR RI untuk menunda pengesahan RKUHP yang dinilai masih berisi banyak pasal bermasalah dan tidak memberi kepastian hukum.
"Surat pasti mau kirim kepada Presiden dan DPR. Kami mendukung apabila ada pihak mengajukan uji materi ke MK untuk aspek konstitusionalitasnya kami dukung. Ditunda dulu itu lebih bijak," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Jakarta, Kamis (19/9/2019).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



