Analisa Pengamat Penyebab Caleg Muda Gagal Lolos ke Senayan

AKURAT.CO, Sejumlah politikus muda yang ikut nyaleg pada pemilu 2019 dipastikan gagal lolos ke Senayan atau DPR RI. Padahal, mereka cukup terkenal di kalangan milenial karena aktifnya di media sosial dan seringnya tampil di layar kaca.
Diantara sekian caleg muda yang gagal ke Senayan tersebut sebut saja politikus PAN Faldo Maldini, politisi PSI Tsamara Amany Alatas, Politikus NasDem Davin Kirana, dan caleg muda lainnya.
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai gagalnya sejumlah caleg muda ini ke parlemen disebabkan sejumlah faktor.
Salah satu penyebabnya adalah caleg muda dinilai belum punya aset atau investasi dalam politik soal apa yang sudah mereka bangun termasuk sosial kapital.
"Ini sangat dibutuhkan betul dalam politik. Kita bisa lihat, mereka yang terpilih sudah banyak berkontribusi dan sharing dengan rakyat," kata Pangi saat berbincang dengan AKURAT.CO, Senin (24/6/2019).
Selain itu, para caleg yang terpilih adalah mereka yang pernah mencoba sebelumnya menjadi calon kepala daerah di daerah masing-masing.
"Saya ingin katakan mereka sudah pernah maju, itu sudah modal. Lalu ketika mereka maju lagi, tinggal aktifasi jejaring relawan, komunitas dan grassroot yang pernah mereka maintenance dan bentuk sebelumnya," pungkasnya.
Dalam pertarungan politik, kata Pangi, popularitas bukan satu-satunya modal. Melainkan harus didukung oleh logistik dan strategi politik menjadi sebuah integrasi yang tak terpisahkan.
"Memang kebanyakan caleg mudah kekurangan soal logistik. Kita sama-sama tahu politik itu high cost, kita belum bisa mempraktekkan politik berbiaya murah. Ini salah satu kekalahan caleg muda melawan caleg tua yang logistiknya cukup," beber pria kelahiran Buluh Rotan, Sijunjung, Sumatra Barat ini.
Disisi lain, Pangi menilai caleg muda gagal bisa juga karena belum punya citra yang baik di tengah masyarakat soal apa yang sudah mereka perbuat selama ini.
"Ketika masyarakat bertanya misalnya sudah berbuat apa untuk rakyat di dapilnya? kadang-kadang walaupun nampak sederhana. Tapi selama dapat pengakuan dari rakyat maka bisa jadi suara. Misalnya, punya Yayasan, bangun Rumah Ibadah, membuka lapangan pekerjaan di daerah tersebut,"
Sehingga aksi sekecil apapun sangat menjadi penting bagi masyarakat. "Nah biasanya caleg muda belum punya modal aksi ini. Sehingga rakyat masih ragu memilih selain soal kapasitas," tutupnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




