Akurat Logo

Gus Irawan Dituntut Mundur dari Ketua DPD Gerindra Sumut

Khaerul S | 2 November 2017, 16:06 WIB
Gus Irawan Dituntut Mundur dari Ketua DPD Gerindra Sumut

AKURAT.CO, Gus Irawan Pasaribu dituntut untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara.

Tuntutan itu terungkap saat puluhan kader partai berlambang burung garuda itu menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Sisingamangaraja, Jalan SM Raja, Kota Medan, Kamis (2/11).

"Yang pasti tujuan kita agar semua yang menjadi duri di Gerindra bisa kita buang, kami minta agar Gus Irawan mundur dari ketua DPD (Gerindra)," ujar seorang peserta aksi Abet Nego Sembiring dalam orasinya.

Abet yang mengaku menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Karo ini mengungkapkan, tuntutan tersebut adalah buntut dari kekecewaan pihaknya terhadap kepemimpinan yang dijalankan oleh mantan Dirut Bank Sumut itu.

"Tanpa sebab yang tidak saya ketahui, Gus Irawan memberhentikan kami," beber Abet.

Ia menyebutkan, pemberhentian sepihak tidak saja ia alami, melainkan terhadap sejumlah pengurus DPC lainnya, diantaranya Pengurus DPC Gerindra Madina, Dairi, Tobasa, Taput, Sidempuan, Paluta, Labusel, Tebing Tinggi, Langkat, Binjai, Samosir, Siantar, Simalungun, Deli Serdang, Labuhan Batu, Sibolga.

Selain itu, lanjutnya, selama menjadi Ketua Gerindra menurut dia, Gus Irawan tidak pernah memberikan pembinaan dan pengarahan kepada DPC. Pergantian ketua DPC ini juga dikarenakan tidak sejalan dengan ketua DPD Gerindra. 

"Ketika diberhentikan, kita tidak pernah dipanggil dan tidak pernah dikasih tahu apa dan kenapa bisa diberhentikan. Melihat ini sudah jelas mekanisme AD/ART tidak dijalankan oleh Gus," ujar dia.

Abet mengaku kecewa, apalagi dirinya dan para ketua DPC yang diberhentikan tersebut adalah orang-orang yang ingin membesarkan partai Gerindra dan memperjuangkan Prabowo untuk menjadi Presiden.

Abet juga menuturkan bahwa seandainya ketua DPC bersalah seharusnya ada surat peringatan atau surat yang menyatakan kalau bersalah.

"Ketika, kami diberhentikan tiba-tiba sudah ada aja SK nya kepada pengganti kami. Itu kan namanya aneh," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A