Kepuasan Publik terhadap Prabowo Nyaris 80 Persen, Dasco: Sebuah Evaluasi, Bukan Alasan Berpuas Diri

AKURAT.CO Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hampir menyentuh angka 80 persen.
Dalam survei tersebut, sebanyak 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo setelah 17 bulan memimpin pemerintahan.
Menurut Dasco, capaian tersebut dipandang sebagai masukan penting sekaligus bahan evaluasi dan introspeksi bagi pemerintah, bukan alasan untuk merasa puas diri.
“Yang pertama, approval rating itu kita anggap sebagai sebuah masukan, juga sebuah evaluasi, sekaligus bahan introspeksi,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan, tingginya tingkat kepuasan publik justru diiringi dengan perhatian serius terhadap berbagai catatan kritis yang masih muncul dalam survei.
“Dari approval rating itu juga masih ada catatan-catatan. Dan justru catatan itulah yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, dan menjadi perhatian Pak Prabowo untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Kepuasan Publik Nyaris 80 Persen, NasDem: Wacana Prabowo Dua Periode Masuk Akal
Dasco menilai, meskipun jumlah responden yang menyatakan tidak puas relatif kecil, yakni sekitar 2 hingga 3 persen, hal tersebut tetap dianggap signifikan dan tidak boleh diabaikan.
“Walaupun hanya sekitar 2–3 persen, itu tetap cukup berarti dan penting bagi kami sebagai bahan masukan,” lanjutnya.
Saat ditanya apakah catatan publik tersebut berkaitan dengan isu peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan sosial, Dasco membenarkannya.
“Iya, betul,” jawabnya singkat.
Survei Indikator Politik Indonesia ini menjadi salah satu indikator awal persepsi publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus pijakan bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian kebijakan agar hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









