Tudingan ke Jokowi Tak Berdasar, Deddy Harus Hati-hati dengan Konsekuensi Hukum

AKURAT.CO Tudingan yang diucapkan oleh politikus PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), diyakini gertakan semata untuk membela Hasto Kristiyanto yang saat ini telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.
Diketahui, Deddy menuding Jokowi mengirim utusan untuk meminta agar dirinya tidak dipecat dari PDIP, serta meminta pencopotan Hasto Kristiyanto dari posisi Sekretaris Jenderal PDIP.
"Sepertinya ada anggota Dewan sok jagoan yang siap nyusul bosnya, Hasto di penjara, kalau itu maunya kita akan siapkan sel khusus buat para penggertak-penggertak murahan," ucap Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, melalui pesan yang diterima Akurat.co di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Baca Juga: Puan Maharani Minta Konflik PDIP-Jokowi Disudahi: Ayo Bangun Bangsa dengan Positif
Menurutnya, cara-cara seperti ini juga pernah dilakukan oleh Hasto sebelum ditahan oleh KPK. Pada saat itu, Hasto menggertak akan membongkar kasus-kasus besar di negeri ini jika dirinya ditahan KPK.
"Dulu Hasto sebelum masuk sel KPK dia bilang akan membongkar kasus besar di negri ini sampai-sampai dokumennya di bawa ke Rusia sama si Conie, eh ternyata gertak sambel juga," ungkapnya.
Untuk itu, dia mengingatkan Deddy jika tudingan tersebut tidak mendasar, maka akan ada konsekuensi hukum jika tuduhan tersebut tak mampu dibuktikan.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dengan tegas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus yang menyebutkan dirinya mengirim utusan untuk meminta PDIP tidak memecatnya.
Jokowi menyatakan bahwa ia tak pernah mengutus siapa pun untuk menemui PDIP atau menyampaikan pesan tertentu. Dia lantas menantang pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti atas klaim tersebut.
Baca Juga: Jokowi Tetap Diam, PDIP Malah Panik dan Kebakaran Jenggot
"Enggak ada (utusan). Ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" tegas Jokowi, dalam keterangannya di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3/2025).
Jokowi menegaskan, dia tidak memiliki kepentingan apapun untuk mengirimkan utusan ke partainya sendiri. Selama ini, meskipun sering menerima berbagai tuduhan dan fitnah, ia memilih untuk tetap diam.
"Saya itu udah diem lho ya. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus lho, tapi ada batasnya," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






