Prabowo Belajar dari Jokowi: Ubah TKN Jadi GSN untuk Pertahankan Loyalitas

AKURAT.CO Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensat, mengomentari rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengubah Tim Kampanye Nasional (TKN) menjadi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Menurut Hensat, perubahan ini menunjukkan keinginan Prabowo untuk menjaga kesatuan dan loyalitas para pendukungnya setelah memenangkan Pilpres 2024.
Hensat menyatakan, perubahan ini juga bisa memberikan keuntungan tambahan bagi Prabowo dalam mengawal masa kepemimpinannya selama satu periode ke depan.
Baca Juga: Indonesia Masters II: 4 Duet Ganda Putra Merah Putih ke 8 Besar, Kunci 1 Tiket Semifinal
"Pak Prabowo ingin ada kekuatan tambahan selain Gerindra yang loyal kepadanya, yaitu TKN. Jadi wajar jika ia ingin menjaga loyalitas TKN tetap mendukungnya di pemerintahannya," ujar Hensat kepada wartawan pada Kamis (31/10/2024).
Menurut Hensat, Prabowo tampaknya banyak belajar dari Presiden Joko Widodo, yang berhasil menjaga simpul-simpul relawan yang mendukungnya pada Pilpres 2014 dan 2019.
Meskipun tanpa dukungan partai, jaringan relawan Jokowi terbukti dapat mengawal pemerintahan dan mempromosikan program-programnya.
"Apakah dia belajar dari Jokowi? Iya, dia belajar dari Jokowi. Jokowi berhasil meski tanpa partai, hanya dengan dukungan relawan. Prabowo harusnya lebih kuat lagi dengan dukungan partai dan relawan," jelasnya.
Baca Juga: Viral! Ini Kronologi Truk Kontainer Tabrak Puluhan Kendaraan di Cipondoh Tanggerang
Meskipun demikian, Hensat mengaku lebih setuju jika TKN dibubarkan. Menurutnya, ketika pemilu selesai, tim sukses juga sebaiknya dibubarkan.
"Saya pribadi lebih setuju dengan tradisi lama, di mana setelah pertandingan selesai, tim sukses dibubarkan. Namun, keputusan tetap di tangan Pak Prabowo," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








